Berita internasional

Pangakuan Mengejutkan Presiden Irak,Sebut Rp 2.100 Triliun Uang Minyak Irak Telah Dicuri,Pelakunya?

Pangakuan mengejutkan Presiden Irak sebut Rp 2.100 Triliun uang Minyak Irak telah dicuri,pelakunya?

Editor: Adiana Ahmad
Istimewa
Presiden Irak, Barham Ali. Pangakuan Mengejutkan Presiden Irak,Sebut Rp 2.100 Triliun Uang Minyak Irak Telah Dicuri,Pelakunya? 

Pangakuan Mengejutkan Presiden Irak,Sebut Rp 2.100 Triliun Uang Minyak Irak Telah Dicuri,Pelakunya?

POS-KUPANG.COM, BAGHDAD - Setelah perang saudara, Irak dihadapkan dengan kasus korupsi yang merajalela di negara itu.

Bahkan sebuah pengakuan mengejutkan datang dari Presdein Irak, Barham Salih baru-baru ini.

Barham Salih mengungkapkan diperkirakan 150 miliar dolar AS atau lebih dari Rp 2.100 triliun uang hasil penjualan minyak Irak dibawa lari ke luar negeri. Oleh siapa? 

Mungkinkan ada kaitan dengan Invasi militer AS ke Irak?

Berikut informasi lengkapnya.

Menurut Barham Salih, kondisi hilangnya uang minyak Irak ke luar negeri terjadi sejak invasi AS ke Irak pada tahun 2003.

Baca juga: Suriah? Selalu Muncul dalam Berita Internasional, Simak 15 Fakta Lain yang Belum Banyak Diketahui

Baca juga: Paus Fransiskus Kembali ke Vatikan, Tapi Hatinya Tetap Bersama Warga Irak: Tuhan Menjaga

Pernyataan ini disampaikan oleh Presiden Irak Barham Salih, sebagaimana ditulis cnn.com, akhir bulan Mei.

"Dari hampir seribu miliar dolar yang dihasilkan dari minyak sejak 2003, diperkirakan 150 miliar dolar uang ini telah diselundupkan keluar dari Irak," kata Salih dalam pidato yang disiarkan televisi.

Pernyataan itu muncul saat Presiden Irak menyerahkan rancangan Undang-Undang Pemulihan Dana Korup ke Parlemen Irak.

"Rancangan undang-undang tersebut berusaha untuk memperkuat kekuatan bangsa Irak untuk memulihkan uang yang dicuri dalam transaksi korup, untuk meminta pertanggungjawaban orang yang korup dan membawa mereka ke pengadilan," menurut Salih.

Dia mendesak anggota parlemen Irak untuk membahas dan menyetujui undang-undang yang diusulkan "untuk membantu mengekang momok berbahaya yang telah membuat rakyat kita tidak menikmati kekayaan negara mereka selama bertahun-tahun."

Salih mengatakan uang yang dicuri akan cukup untuk meningkatkan kekayaan Irak secara signifikan.

Menurut Salih, undang-undang tersebut akan berupaya memulihkan dana yang disalahgunakan melalui kerja sama pemerintah lain dan dalam kemitraan dengan badan-badan internasional.

Baca juga: Paus Fransiskus Kunjungi irak: Tuai Pujian Imam Besar al-Azhar

Baca juga: Dewan Tetua Muslim Sebut Kunjungan Paus Fransiskus ke Irak Promosikan Perdamaian

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved