Dirudapaksa Ayah Kandung, Remaja di Jawa Timur Minta Saudaranya Merekam untuk Alat Bukti

Ruruh mengungkapkan permintaan tersebut diajukan korban pada saudara karena tak kuasa melawan sang ayah.

Editor: John Taena
istimewa
Ilustrasi - Seorang ayah di Tuban tega merudapaksa putri kandungnya sendiri. Korban bahkan meminta saudara untuk merekam untuk dijadikan alat bukti. 

POS-KUPANG.COM - Priyono (45), waga Kecamatan Montong, Tuban, Jawa Timur, tega menodai anak kandungnya sendiri yang masih di bawah umur.

Aksi kejahatan Priyono (45) terhadap anak gadisnya yang berusia 16 tahun ini terungkap saat korban mengadu ke pihak berwajib. 

Pelaku menyetubuhi korban sebanyak empat kali dalam kurun waktu satu bulan selama Mei 2021.

Dikutip dari Tribun Jatim, pelaku mengaku dirinya tengah mabuk saat merudapaksa korban.

"Saya mabuk saat melakukan pencabulan," aku pelaku di Mapolres Tuban, Rabu 2 Juni 2021.

Parahnya, pelaku mengaku tak tahu sosok yang ia rudapaksa adalah putri kandungnya.

Baca juga: Keluarga Korban Ikuti Rekonstruksi Kasus Pembunuhan dan Rudapaksa YAW oleh Tinus Tanaem

Pelaku melakukan aksi bejatnya di ruang tamu rumah pada malam hari.

Kini, ia meratapi perbuatannya di balik jeruji besi.

Ia mengaku menyesal telah merudapaksa putri kandungnya sendiri.

"Menyesal saya, karena mabuk sampai menyetubuhi anak," ujarnya.

Diketahui, pelaku telah menikah sebanyak tiga kali, namun selalu berujung perceraian.

Selama ini, ia tinggal bersama korban.

"Pelaku bercerai dengan istrinya."

Baca juga: Kasus Pembunuhan & Rudapaksa di NTT, Ayah Korban: Anak Kami Tidak Kembali Lagi Saat Ini

"Lalu, tinggal dengan anaknya yang merupakan lulusan setara SMP," kata Kapolres Tuban, AKBP Ruruh Wicaksono.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved