Selasa, 14 April 2026

PDAM Soe Polisikan Masyarakat Bonleu, Araksi Siap Bela Masyarakat Kecil

Para amaf dan meob sendiri sudah mengatahui konsekuensi hukum dari perbuatan pemutusan sumber mata air tersebut.

Penulis: Dion Kota | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/DION KOTA
Bupati TTS, Egusem Piether Tahun 

PDAM Soe Polisikan Masyarakat Bonleu, Araksi Siap Bela Masyarakat Kecil

POS-KUPANG.COM | SOE--Pemda TTS melalui Asisten II Setda TTS, Edison Sipa dan Direktur PDAM Soe, Lily Hayer melaporkan kasus pemutusan sumber mata air Bonleu oleh amaf, meob dan 97 warga Desa Bonleu ke Polres TTS, Minggu 30 Mei 2021 malam. 

"Asisten II Sekda TTS dan teman-teman sementara dampingi Direktur PDAM untuk laporkan masalah tersebut ke Polres TTS," tulis Bupati dalam pesan WhatsApp yang diterima POS-KUPANG.COM.

Para amaf dan meob sendiri sudah mengatahui konsekuensi hukum dari perbuatan pemutusan sumber mata air tersebut.

Dikatakan mereka, dalam penutupan sumber mata air tidak ada tindakan merusak fasilitas milik PDAM maupun pemerintah. Mereka hanya membelokkan air Bonleu agar tidak masuk ke pipa PDAM Soe dan membuka pipa pembuangan, sehingga tidak ada fasilitas yang dirusak.

Baca juga: Ketua DPRD TTS dan Fraksi Nasdem Dukung Rencana Penutupan Sumber Mata Air Bonleu 

"Kami tidak mengerti hukum. Kami hanya tagih janji pemerintah. Tidak ada fasilitas yang kami rusak dalam aksi ini," ujar para amaf dan meob.

Ketua Araksi, Alfred Baun menengaskan Araksi ada bersama barisan masyarakat lemah (masyarakat Bonleu) dalam Perjuangan menagih janji pemerintah yang sudah berusia lebih dari 20 tahun tersebut. Araksi siap mendampingi masyarakat dalam proses hukum selanjutnya.

"Penutupan sumber mata air Bonleu sebenarnya merupakan ekspresi kekecewaan dari masyarakat Bonleu kepada pemerintah atas janji-janji manis yang diutarakan tahun 1996 silam. Dalam penutupan tersebut, dilakukan secara adat dan tidak ada fasilitas yang dirusak. Pihaknya siap mendampingi masyarakat Bonleu dalam proses hukum selanjutnya," tegas Alfred.

Baca juga: Rencana Penutupan Sumber Mata Air Bonleu Dapat Dukungan Ketua DPRD TTS dan Fraksi Nasdem

Diberitakan sebelumnya, Para amaf Desa Bonle'u yang terdiri dari Liem-Olla, Baun-Anone bersama meob, Ollin-Fobia, memimpin masyarakat melakukan aksi penutup sumber mata air Bonleu, Minggu 30 Mei 2021. Tak kurang dari 97 masyarakat nampak menghadiri aksi penutupan sumber mata air Bonleu yang dilakukan secara adat.

Sebelum melaksanakan ritual adat penutupan sumber mata air, Meo Ollin-Fobia, Joni Babu mematahkan ranting daun lalu diberikan kepada  Obed Liem, Markus Liem dan Simon Liem  yang merupakan amaf di wilayah tersebut.

Ranting daun tersebut lalu digantungkan di dekat saluran pipa pembuangan sebagai  tanda larangan agar tidak serta merta orang dapat melepaskan air kembali ke Kota Soe tanpa sepengetahuan para Amaf serta Meob di wilayah tersebut.

Soleman Fallo, yang merupakan amaf di Desa Bonleu mengatakan, sudah sejak lama sebenarnya masyarakat memiliki niat untuk menutup sumber mata air Bonleu.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan masyarakat terhadap Pemda TTS yang dinilai ingkar janji sejak tahun 1996 silam.

Baca juga: Ini Alasan Warga Bonleu Ingin Tutup Sumber Mata Air

Dimana saat pertama kali merintis pembangunan jaringan pipa air Bonleu, Bupati TTS kala itu, Piet Sabuna berjanji kepada masyarakat akan membangun jalan hotmix di desa Bonleu, jalan sumbu kabupaten (Saubalan-Bonleu), membangun jembatan Noebesi yang menghubungkan kabupaten TTS dan TTU, pembagian hasil 10 persen dari pengelolaan air Bonleu serta menyediakan jaringan listrik untuk masyarakat Bonleu.

Namun hingga kini, janji-janji tersebut hanya isapan jempol semata.

Dirinya merasa, selama ini Desa Bonleu diperlakukan layaknya anak tiri, sangat minim perhatian walaupun memiliki potensi air dan hasil pertanian. Warga Desa Bonleu hanya bisa menjadi penonton dari pembangunan di desa lain.(Laporan Reporter Pos-Kupang. Com, Dion Kota)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved