Amaf dan Meob Bonleu Pimpinan Penutupan Sumber Mata Air Bonleu, Tak Ada Provokator, Ini Pemicunya
Amaf dan Meob Bonleu Pimpinan Penutupan Sumber Mata Air Bonleu, Tak Ada Provokator, Ini PemicunyaPara amaf Desa Bonle'u yang terdiri dari Liem-Olla, B
Penulis: Dion Kota | Editor: Ferry Ndoen
Para Amaf dan Meob Bonleu, Pimpinan Penutupan Sumber Mata Air Bonleu, Tak Ada Provokator
Laporan Reporter Pos-Kupang. Com, Dion Kota
POS-KUPANG.COM | SOE - Para amaf Desa Bonle'u yang terdiri dari Liem-Olla, Baun-Anone bersama meob, Ollin-Fobia, memimpin masyarakat melakukan aksi penutup sumber mata air Bonleu, Minggu 30 Mei 2021. Tak kurang dari 97 masyarakat nampak menghadiri aksi penutupan sumber mata air Bonleu yang dilakukan secara adat tersebut.
Sebelum melaksanakan ritual adat penutupan sumber mata air, Meo Ollin-Fobia, Joni Babu mematahkan ranting daun lalu diberikan kepada Obed Liem, Markus Liem dan Simon Liem yang merupakan amaf di wilayah tersebut. Ranting daun tersebut lalu digantungkan di dekat saluran pipa pembuangan sebagai tanda larangan agar tidak serta merta orang dapat melepaskan air kembali ke Kota Soe tanpa sepengetahuan para Amaf serta Meob di wilayah tersebut.
Soleman Fallo, yang merupakan amaf di Desa Bonleu mengatakan, sudah sejak lama sebenarnya masyarakat memiliki niat untuk menutup sumber mata air Bonleu.
Baca juga: Berita Viral : Pamit ke Luar Kota, Perempuan di Aceh Ini Malah Ngontrak dengan Pria Lain Saat Suami
Baca juga: Info Sport : Pebalap Moto3 Jason Dupasquier Meninggal Dunia Pasca Kecelakaan di Sirkuit Mugello
Hal ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan masyarakat terhadap Pemda TTS yang dinilai ingkar janji sejak tahun 1996 silam. Dimana saat pertama kali merintis pembangunan jaringan pipa air Bonleu, Bupati TTS kala itu, Piet Sabuna berjanji kepada masyarakat akan membangun jalan hotmix di desa Bonleu, jalan sumbu kabupaten (Saubalan-Bonleu), membangun jembatan Noebesi yang menghubungkan kabupaten TTS dan TTU, pembagian hasil 10 persen dari pengelolaan air Bonleu serta menyediakan jaringan listrik untuk masyarakat Bonleu. Namun hingga kini, janji-janji tersebut hanya isapan jempol semata.
Dirinya merasa, selama ini Desa Bonleu diperlakukan layaknya anak tiri, sangat minim perhatian walaupun memiliki potensi air dan hasil pertanian. Warga Desa Bonleu hanya bisa menjadi penonton dari pembangunan di desa lain.
Baca juga: Info Sport : Begini Kata Pemain Anyar Maung soal Hasil Hasil Game Internal Persib Bandung Kacamata
Baca juga: Liga 1 2021 Mulai Digelar Tanggal 10 Juli, Lihat Format dan Penjelasan Sistem Pertandingan Berbeda
" Saya tegaskan gerakan penutupan sumber mata air Bonleu murni ekspresi kekecewaan kami kepada pemda TTS. Tidak ada pihak yang memprovokasi kami. Ini murni niat kami pribadi untuk memperjuangkan pembangunan di daerah kami," tegas Soleman.
Ditambahkan Jhony Babu, Meob di wilayah tersebut, penutupan mata air Bonleu dilakukan setelah dilakukan kesepakatan bersama yang diikuti para amaf, meob, tokoh masyarakat, pemuda dan masyarakat.
Pihaknya baru akan membuka mata air Bonleu jika pemerintah mau memenuhi janji-janji manisnya yang sudah diutarakan sejak tahun 1996 silam.

Baca juga: Tidak Ada Listrik, Pelajar di Desa Watu Rambung - Manggarai Barat Gunakan Pelita Untuk Belajar
Baca juga: Pengurus INTI Hadir di Sabu Raijua, Serahkan Bantuan Rp 25 Juta
" Kami sudah sepakat untuk tagih janji pemda TTS. Kalau tidak tepati, kami tidak akan buka air ini. Ini semua kesepakatan kami dan tidak ada provokasi dari pihak mana pun," ujarnya.
Pantau POS-KUPANG.COM, selain menutup sumber mata air Bonleu hingga air tidak masuk ke pipa PDAM, masyarakat juga membuka pipa pembuangan sehingga air tidak bisa mengalir ke kota soe.
Penutupan sumber mata air Bonleu dimuat dalam berita acara yang ditandatangani oleh 97 warga Bonleu, termaksud para amaf dan meob. (din)
