Breaking News:

Tebang Pohon di Kawasan Hutan Tanpa Izin, 3 Warga Watumerak Dipolisikan

Diduga menebang pohon di kawasan hutan tanpa izin, 3 warga Desa Watumerak, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka dipolisikan

Penulis: Aris Ninu | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Aris Ninu
Kapolres Sikka, AKBP Sajimin, SIK, M.H 

POS-KUPANG.COM | MAUMERE-Diduga menebang pohon di kawasan hutan tanpa izin, 3 warga Desa Watumerak, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka dipolisikan oleh staf Dinas Kehutanan Provinsi NTT.

Tiga warga Watumerak ini dilaporkan ke Polres Sikka, Jumat (28/5/2021) malam.

Saat ini, Penyidik Polres Sikka sedang menangani kasus tersebut guna menetapkan tersangka.

Data dari Polres Sikka yang masuk diperoleh POS-KUPANG.COM di Maumere, Minggu (30/5/2021) pagi menjelaskan, pihak dinas melalui stafnya bernama Kresinus Virgondo A.Md melaporkan tindak pidana penebangan pohon di kawasan hutan lindung tanpa Izin.

Penebangan itu terjadi pada Maret hingga Mei 2021 di hamparan Hutan Wairkaliraga, Desa Watumerak, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka.

Baca juga: Pengunjung Wajib Booking Online: TN Kelimutu Siapkan Kuota 400 Orang

Baca juga: Minta Pemprov Perbaiki Jembatan Maukumu

Tiga warga Desa Watumerak yang diduga menebang pohon di kawasan hutan tanpa ijin lalu dipolisikan yakni YY, HD dan LL.

Pelapor dalam laporannya menjelaskan, kalau pada tanggal 27 Mei 2021 sekira 12.00 wita, bertempat di kawasan hutan Egon Ilinmedo petugas dari Dinas Kehutanan melaksanakan patroli fungsional di wilayah kawasan hutan Egon Ilinmedo, RTK 107 dan menemukan pohon di lokasi tersebut sudah pada di tebang.

Kemudian dari petugas melakukan pengecekan terhadap pelaku penebangan pada kantor Desa Watumerak dan pada saat itu terlapor ada di Kantor Desa Watumerak dan terlapor langsung mengakui perbuatannya bahwa terlapor bersama teman-temannya yang melakukan penebangan pohon dikawasan hutan lindung tersebut dari Maret sampai dengan Mei 2021.

Atas kejadian tersebut negara mengalami kerugian yakni kerusakkan hutan lindung dan melaporkan kejadian tersebut ke Kantor Polres Sikka.

Baca juga: Buruan, Hanya Sampai Besok, Senin 31 Mei 2021, Lowongan Kerja BPJS Kesehatan 2021,Cek Persyaratannya

Baca juga: Penangkapan Pencuri Ternak di Sumba Timur, Charles Sudah Diincar Polisi Sejak Jumat 28 Mei

Data lain menyebutkan, pada tanggal 6 Juni 2020 masyarakat Desa Watumerak sebanyak 31 org termasuk para pelaku diatas telah membuat kesepakatan dan pernyataan dengan pihak UPT KPH Wilayah Kabupaten Sikka untuk tidak melakukan penebangan hutan di kawasan Egon Ilinmedo dan disertakan upacara adat 'Sube Ai Nunga Tali yang artinya memperbaiki hutan yang rusak.

Para pelaku penebangan pohon pada kawasan tersebut, saat ini sedang dilakukan pengambilan keterangan BAP di unit Reskrim Polres Sikka.

Kapolres Sikka, AKBP Sajimin melalui KBO Reskrim, Ipda Sang Nyoman Parwata yang dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya laporan kasus penebangan kayu di kawasan hutan tanpa ijin.

"Kami memang sedang tangani dan akan melakukan pengecekan di lokasi," paparnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu)

Berita Kabupaten Sikka

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved