Breaking News:

Salam Pos Kupang

Realisasi APBD Harus Tepat Sasaran

PRESIDEN Joko Widodo saat membuka rapat koordinasi nasional pengawasan intern pemerintah di Istana Kepresidenan, Jakarta

Editor: Kanis Jehola
Realisasi APBD Harus Tepat Sasaran
DOK POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - PRESIDEN Joko Widodo saat membuka rapat koordinasi nasional pengawasan intern pemerintah di Istana Kepresidenan, Jakarta, menginstruksikan jajarannya mempercepat belanja anggaran.

Dia meminta semua kementerian dan lembaga lebih banyak melakukan belanja untuk mengungkit pertumbuhan ekonomi. Pasalnya, hingga akhir kuartal II tahun 2021, belanja pemerintah tercatat masih rendah, baik yang berkaitan dengan APBN, APBD, maupun anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Realisasi belanja pemerintah masih rendah. Sekitar kurang lebih 15 persen untuk APBN, dan 7 persen untuk APBD.

Di Provinsi NTT realisasi APBD tahun 2021 diakui oleh pemerintah baik provinsi, maupun kabupaten/kota masih rendah sampai saat ini. Banyak proyek yang belum dilakukan akibat badai Seroja yang membuat pemda fokus secara khusus.

Baca juga: Kapolda NTT Apresiasi Polres Kupang Ungkap Kasus Pemerkosaan dan Pembunuhan Dua Remaja Putri

Baca juga: Detik-detik Nikita Mirzani Nyaris Mati, Telah Sedikit Nyawa Nyai Melayang Fitri: Sakitnya Udah Lama

Selain itu, pandemi Covid-19 di NTT yang masih tinggi juga turut berdampak pada penggunaan anggaran pemerintah karena adanya kebijakan refocusing anggaran.

Keterlambatan penggunaan anggaran saat ini, tentu akan berdampak pada segala bidang kehidupan termasuk percepatan pembangunan di daerah. Karena rendahnya penyerapan anggaran di smester ini berdampak pada penetapan anggaran pada smester berikutnya.

Dan, yang rugi adalah masyarakat yang merupakan objek pembangunan.

Kita berharap pemerintah baik pusat, provinsi dan kabupaten/kota sama-sama berpikir dan bekerja keras untuk mengeksekusi anggaran baik APBN maupun APBD di waktu sisa pada smester pertama ini dengan baik.

Baca juga: Kapolres Kupang Kota Apresiasi Terobosan Bripka Samri di Masyarakat

Baca juga: Bhabinkamtibmas Bersama Warga Panen Hasil Pertanian Pemberdayaan Masyarakat

Namun, demikian, kita juga berharap penyerapan angaran belanja tidak asal dilakukan untuk mencapai target yang ditetapkan, dan rakyat tidak mendapat manfaatnya dari pembelanjaan pemerintah tersebut. Pengunaan anggaran harus tepat sasaran agar rakyat mendapatkan manfaat.

Instruksi Presiden RI, Joko Widodo, maupun Gubernur NTT untuk mempercepat penyerapan anggaran dalam waktu sisa ini, hendaknya tidak dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk menyalahgunakan wewenang dan menyalagunakan belanja anggaran.

Seharusnya pemerintah bisa belajar dari tahun-tahun sebelumnya sehingga penyerapan anggaran pemerintah bisa berjalan sesuai target dan sekali lagi bermanfaat bagi rakyat.

Kita berharap pihak-pihak terkait seperti BPKP bisa memberikan dampingan dan pengawasan agar uang yang digunakan di waktu-waktu 'terjepit' seperti saat ini bisa diserap dengan baik dan bukannya menguntungkan oknum-oknum tertentu.

Dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya penggunaan anggaran selalu dikebut pada akhir masa anggaran, sehingga pembangunan dan apapun dilakukan hanya untuk menghabiskan anggaran dan bukan kualitas pembangunan.

Banyak anggaran pemerintah dihamburkan untuk perjalanan dinas pegawai yang tidak jelas, seminar dan workshop di hotel mewah yang tidak jelas. Sementara rakyat yang diseminarkan dan workshop tidak mendapat hasil apapun dan bahkan tidak tahu- menahu.

Dan, laporan pertanggungjawaban keuangan hanya untuk gagah-gagahan dan 'asal bapak senang' alias ABS. Hal-hal ini yang dikuatirkan terjadi. Kita tetap berharap pemerintah baik provinsi, kabupaten/kota bijak menggunakan anggaran belanjanya untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat.

Kita memberikan apresiasi kepada pemerintah provinsi dan pemerintah daerah kabupaten/kota yang saat ini realisasi anggarannya sudah di atas 10 persen dan beberapa proyek bisa berjalan walaupun masih terseok-seok akibat badai seroja dan pandemi Covid-19. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved