Calon Tunggal Ketua DPW PPP NTT, Djainudin Lonek Siap Bawa Perubahan
Calon Tunggal Ketua DPW PPP NTT, Djainudin Lonek Menyatakan Siap Bawa Perubahan
Penulis: Edy Hayong | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | KUPANG---Forum Musyawarah Wilayah ( Muswil) ke IX PPP NTT yang digelar dalam situasi pandemi covid-19 berlangsung sangat singkat. Muswil dengan agenda evaluasi dan pembahasan rencana kerja juga pemilihan ketua DPW PPP NTT masa bakti 2022-2026 sepakati calon tunggal Ketua atas nama Djainudin Lonek.
Sambil menunggu proses penetapan oleh DPP PPP hasil kerja formatur dalam 20 hari kedepan, Lonek berjanji akan membuat perubahan. Pola kerja semua pengurus wilayah sampai cabang harus elektoral untuk meraih simpati warga pemilih di NTT.
Djainudin Lonek kepada Wartawan usai pembukaan Muswil yang dibuka Wakil Ketua Umum DPP PPP, Dra Hj. Ermalena MHS di Hotel Timore, Sabtu (29/5/2021) menyampaikan beberapa pokok pikirannya.
Diakuinya, pada Muswil ke IX ini tidak ada dinamika sebagaimana lazimnya karena dengan perubahan AD/ART maka forum cuma memilih tim formatur. Selanjutnya tim formatur membahas soal kepengurusan masa bakti 2022-2026.
Baca juga: NEWS ANALISIS Dr. Johni Lumba Dosen Program Studi PJKR UKAW Kupang, Final Jerman vs Spanyol
Baca juga: Sepak Bola piala Eropa: Sajikan Sesuatu Yang Berbeda
"Forum Muswil bersepakat untuk kembali mengamanati jabatan ketua kepadan saya untuk memimpin PPP NTT masa bakti 2022-2026. Jika menggunakan mekanisme yang lama maka secara aklamasi tetapi dengan berubahnya AD/ART bahwa di forum Muswil memilih formatur," kata Lonek.
Dikatakan Lonek, setelah formatur melakukan pembahasan bersama maka hasilnya segera diajukan ke DPP untuk diterbitkan SK DPP. Apabila SK sudah ada maka pengurus langsung bekerja.
Langkah yang akan dilakukan, jelas Lonek, menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) dan dibagi dalam Region. Ada tiga region yakni Timor, Flores dan Sumba. Muscab secepatnya dilakukan mengingat prosea pencalegan untuk Pileg 2024 tidak bisa menunggu waktu lama.
"Yang paling penting adalah melakukan kerja-kerja elektoral sehingga mendapat tempat di hati warga. Kalau relasi bathin terjalin baik antara bakal calon dan partai mendapat kepercayaan di hati warga maka tidak terlalu susah mendapatkan kursi," kata Lonek.
Baca juga: Update Covid-19 NTT : 56 Pasien Positif Covid-19 Sembuh
Baca juga: Gubernur NTT Pimpin Panen Padi dan Jagung di Persawahan Kolidoki, Kabupaten Kupang
Lonek mempertegas kembali soal keberadaan PPP bahwa selama ini orang menilai sangat eksklusif dimana hanya untuk Umat Islam. Selama kepemimpinanya, image itu sudah hilang dan semua suku dan agama diberikan ruang untuk menjadi bagian dari PPP.
"Apapun agamanya, apapun sukunya, semua bisa menjadi bagian dari PPP. Bisa menjadi anggota DPRD atau calon kepala daerah. Dalam kerja-kerja membangun bangsa bukan untuk satu agama. Dalam perekrutan pengurus nanti akan berdasar pada kearifan lokal," tegas Lonek.
Sementara Wakil Ketua DPP PPP, Dra Hj. Ermalena MHS mengatakan, Muswil saat ini memilih formatur. Formatur diberikan tugas memilih ketua dan menyusun kepengurusan.
Pada forum Muswil ke IX PPP NTT, katanya, dari nama yang beredar cuma calon tunggal ketua atas nama Djainudin Lonek sehingga sudah dapat dipastikan menjadi ketua.
Mengenai target pada Pileg 2024, dirinya mengharapkan ada anggota DPR RI dari PPP asal NTT. Selain itu di DPRD NTT bisa dapat satu fraksi begitupun di Kabupaten/kota ada juga yang terwakili.
Menjawabi pertanyaan Media soal kepengurusan apakah mengakomodir kaum milenial, Ermalena mengatakan bahwa di DPP ada pengurus termuda berusia 23 tahun. Bahkan di Jawa Barat pengurus termuda berusia 22 tahun dan diharapkan di NTT pun bisa dengan memberikan kesempatan pada generasi muda dalam berpartai sehingga mereka berinovasi sesuai dunianya masing-masing.
Kaum milenial diberikan kesempatan dengan disesuaikan kondisi lokal. Juga 30 persen keterwakilan perempuan karena ada UU lalu 40 persen wajah baru dan harus terdapat generasi muda.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edy Hayong)