Stimulant Institute Sumba dan Save The Children Bantu Korban Bencana Seroja di Watuhadang
Pihak Stimulant Institute Sumba dan Save The Children bantu korban bencana seroja di Watuhadang dan Mauliru
Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Kanis Jehola
Pihak Stimulant Institute Sumba dan Save The Children bantu korban bencana seroja di Watuhadang dan Mauliru
POS-KUPANG.COM | WAINGAPU -- Stimulant Institute Sumba bekerja sama dengan Save the Children membantu masyarakat terdampak bencana banjir bandang dan badai Seroja di Desa Watuhadang dan Kelurahan Mauliru, Kabupaten Sumba Timur. Fokus bantuan pada bidang pendidikan dan kesehatan.
Hal ini disampaikan Koordinator dari Save the Children, Jems Alfreth LY Ratu pada acara penyerahan laporan akhir dan penutupan program.
Penyerahan laporan akhir dan penutupan program itu berlangsung di Aula Universitas Kristen Wira Wacana, Jumat 28 Mei 2021.
Baca juga: Pemda Flotim dan Pokmaswas Suleng Waseng Solor Selatan Lepas 78 Ekor Tukik
Baca juga: Bupati Kupang NTT Klaim Angka Stunting di Kabupaten Kupang Turun
Hadir pada acara ini, Asisten III Setda Sumba Timur, Lu Pelindima, S. Sos, Camat Kambera, Pemekar H. Djanggakadu,S.Sos, Kepala Puskesmas Melolo, Y.T. Mase,S.KM, Kasie Kesehatan Lingkungan, Dinas Kesehatan Sumba Timur, Julianus dan beberapa staf dari Puskesmas Kambaniru dan Melolo.
Menurut Jems, hadirnya mereka di dua wilayah itu semata-mata sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak, terutama difokuskan pendidikan dan kesehatan.
"Ini tentu ada juga keterbatasan kami,namun apa yang kami laporkan ini bisa menjadi masukan bagi pemerintah daerah dalam mengambil keputusan. Kami harapkan yang kami lakukan ini juga bisa dilanjutkan oleh masyarakat," kata Jems.
Dikatakan, pihaknya hanya mencoba untuk membantu anak-anak yang terdampak bencana, bahkan sebelum juga ada bencana non alam Covid-19.
Baca juga: Dari Reka Ulang Kasus Pembunuhan Buruh Bangunan, Miras Jadi Pemicu Pelaku Tikam Korban
Baca juga: Lagi, Warga Kota Kupang Ke DPRD Desak Lanjutkan Sidang LKPj Walikota
"Kami hanya coba bisa membantu anak-anak. Kami fokus pada anak-anak korban atau terdampak bencana," katanya.
Dikatakan, ketika mendengar adanya bencana di Sumba Timur, maka Save the Children merasa terpanggil untuk membantu masyarakat terdampak terutama bagi anak-anak sekolah.
Direktur Stimulant Institute, Stefanus Makambombu mengatakan, pihaknya hadir di Sumba Timur itu sudah satu bulan lebih berada dan mendampingi masyarakat, sehingga hasil pekerjaan tersebut bisa membantu sesama.
"Ada dua lokasi terdampak.Langsung tersorot dan menjadi alasan kami memilih dua isu yang menjadi fokus adalah pendidikan dan kesehatan," ujarnya.
Dikatakan, di dua wilayah itu ada siswa totol 225 anak dengan 13 pos belajar. Pos belajar itu, 10 di Mauliru dan 3 di Watuhada.
Sedangkan sumur warga dibersihkan. Sedangkan untuk layanan air bersih difokuskan pada 88 sumur.
Sedangkan pada bidang pendidikan, beberapa hal yang dikerjakan, yakni memberi dukungan psikologis terhadap anak -anak melalui pos belajar/training relawan.
"Kita menyediakan material atau bahan belajar bagi anak, kampanye pentingnya kesehatan dan pendidikan di masyarakat dan menyediakan paket kembali ke sekolah bagi anak-anak. Sedangkan untuk layanan kesehatan, pihaknya menyediakan paket kebersihan bagi keluarga, pembersihan fasilitas WASH milik masyarakat dan pembersihan rumah. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/stimulant-institute-sumba-dan-save-the-children-bantu-korban-bencana-seroja-di-watuhadang.jpg)