Breaking News:

Bupati Kupang NTT Klaim Angka Stunting di Kabupaten Kupang Turun

Bupati Kupang Korinus Masneno mengaku angka stunting di Kabupaten Kupang, turun signifikan ditahun 2019

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
Bupati Kupang, Korinus Masneno (kanan) saat menandatangani berita acara rembuk aksi percepatan penurunan stunting, bersama seluruh stakholder di lingkup pemkab Kupang. 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Bupati Kupang Korinus Masneno mengaku angka stunting di Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur ( Provinsi NTT) turun signifikan ditahun 2019.

Penurunan ini sebabkan adanya kolaborasi dan upaya bersama OPD terkait, Lembaga mitra/NGO serta stakeholder lainnya melalui program/kegiatan yang mendukung serta upaya pembinaan dan pengawasan yang dilakukan pemerintah pusat dan provinsi secara berkala.

"Tujuan kegiatan ini membangun komitmen publik, menyampaikan hasil analisa situasi dan rancangan rencana kegiatan serta mendeklarasikan komitmen pemerintah daerah dan masyarakat dalam upaya intervensi penurunan stunting," katanya, Jumat 28 Mei 2021 dalam acara rembuk aksi percepatan penurunan stunting.

Korinus menerangkan, di tahun 2019 jumlah balita stunting 8.920 atau 32,34%, Agustus 2020 jumlah balita stunting 7.544 atau 25,8% sedangkan Februari 2021 jumlah balita stunting 7.267 atau 24,6%.

Baca juga: Dari Reka Ulang Kasus Pembunuhan Buruh Bangunan, Miras Jadi Pemicu Pelaku Tikam Korban

Baca juga: Lagi, Warga Kota Kupang Ke DPRD Desak Lanjutkan Sidang LKPj Walikota

Penurunan ini juga, akan dikuatkan dengan gerakan nasional percepatan perbaikan gizi (Gernas PPG) yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden No 42 Thn 2013.

"Di kabupaten Kupang dengan program inovasinya "Tikar Biru"(stunting kelar dgn bayi ibu dan remaja kita unggul) yg dilakukan melalui 4 (empat) kegiatan utama yaitu aksi bergizi, catin sehat, skrining mandiri dan on stop service," tandasnya.

Rembuk stunting yg ditandai dgn Penandatangan Berita Acara dan komitmen bersama oleh Bupati Kupang, wakil bupati Kupang dan stakholder lainnya, diharapkan bupati Korinus bukan sekedar seremonial belaka namun menghasilkan solusi dan tekad dalam percepatan penanganan dan penurunan stunting di kabupaten Kupang.

Baca juga: Pemda Flotim Akui Ada Kelalaian Dinas PKO Terkait Nasib Guru Ribka Nitti

Baca juga: Soal Keringanan dari OJK -- Bank NTT Cabang Waingapu Sudah Turunkan Suku Bunga

"Melalui pemantauan rutin pertumbuhan dan perkembangan balita, penyediaan pangan bergizi, kualitas sanitasi, lingkungan bersih serta pendukung lainnya, agar bisa mencapai target RPJMD," pintanya.

Menurutnya, target penurunan stunting dalam RPJMD yang telah ditetapkan yakni tahun 2021 : 29%, tahun 2022 : 24,5%, tahun 2023 : 20% dan tahun 2024 target nasional : 14%. Dari target ini, kata Korinus, pemkab Kupang telah melampaui target thn 2021 dengan angka prevalensi stunting dpt diturunkan menjadi 24,6% dari target 29%.

"Jangan puas dengan hasil yang ada. Terus bekerja giat lagi, untuk turunkan angka stunting," harapnya.

Dikesempatan itu, wakil ketua DPRD kabupaten Kupang, Johanis Mase menyatakan dukungan DPRD dan siap berkolaborasi dalam menekan angka stunting ini.

"Mental-mental stunting setiap kita pengurusnya, harus dirubah juga, sehingga niat kita layani masyarakat sesuai harapan. Atasnama Lembaga DPRD, rembuk aksi ini, tidak sebatas anggaran saja melainkan aksi nyata di lapangan," pungkasnya. (Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi)

Berita Kabupaten Kupang

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved