Breaking News:

Bupati Sumba Barat Ancam Tarik Traktor Dari Penguasaan Pihak Yang Tak Berkompoten

Bupati Sumba Barat, Yohanes Dade, S.H mengancam menarik traktor yang dikuasai oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab

pk/petrus piter
Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, S.H didampingi Pelaksana tugas Sekda Sumba Barat, Drs.Daniel B.Pabala, Kapolres Sumba Barat, AKBP FX Irwan Arianto, S.I.K, M.H dan perwakilan Kodim 1613 Sumba Barat dalam hal ini Perwira Penghubung, Mayor Mulyono 

POS-KUPANG.COM | WAIKABUBAK--Bupati Sumba Barat, Yohanes Dade, S.H mengancam menarik traktor yang dikuasai oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab sebagaimana terjadi selama ini.

Pasalnya tractor tersebut seharusnya diperuntukan semua anggota kelompok tani tetapi yang terjadi justru dikuasai para pihak tertentu untuk kepentingan pengelolaan lahannya.

Untuk itu, semua tractor tersebut akan ditarik dan pemanfaatannya secara teknis akan diatur agar semua petani mendapatkan pelayanan pengolahan lahan sawahnya.

Bupati Kabupaten Sumba Barat, Yohanes Dade, S.H menegaskan hal itu dalam arahannya pada acara kunjungan kerja ke Kecamatan Loli yang berlangsung di aula kantor Kecamatan Loli, Sumba Barat, Senin (24/5/2021).

Baca juga: Menteri Risma Sambangi Korban Bencana Badai Siklon Tropis Seroja di Kabupaten TTU, NTT

Baca juga: LKBH PGRI NTT Beri Surat Peringatan ke Bupati Flotim Terkait Nasib Guru Ribka Nitti

Menurutnya, selain tractor, pihaknya juga akan mengatur agar mesin pemotongan padi yang selama ini hanya beroperasi di wilayah Loli bawa ke depan dapat pula beroperasi di wilayah Loli atas. Hal itu agar para petani di wilayah Kota Waikabubak dan sekitarnya mendapatkan pelayanan jasa pemotongan padi menggunakan mesin pemotong padi tersebut.

Selain itu, Bupati Sumba Barat Yohanis Dade juga menghimbau para pensiunan agar segera mengembalikan kendaraan dinas baik sepeda motor maupun mobil agar dapat dimanfaatkan ASN yang masih aktif demi memperlancar pelayanan kepada masyarakat.

Dalam kesempatan itu, ia juga menghimbau para kepala sekolah yang mengikuti pertemuan itu agar jangan menahan kendaraan dinas bila memasuki masa pensiun. Biarkanlah kendaraan itu diperuntukan guru yang masih aktif demi memperlancar tugas KBM di sekolah itu.

Baca juga: Dinas Perpustakaan dan Kearsipan TTU Gelar Lomba Bertutur

Baca juga: Promo Alfamart Hari Ini 25 Mei 2021, Deterjen Turun Harga, Shampo Produksi Wings Murah

Sebab kalau semua kendaraan dinas ditahan para pensiunan maka akan menyusahkan daerah ini. Sebab daerah ini tidak memiliki anggaran cukup untuk pengadaan mobil atau sepeda motor baru. Sementara itu kendaraan dinas yang ditahan pensiunan masih layak dipergunakan untuk memperlancar tugas pelayanan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter)

Berita Sumba Barat

Penulis: Petrus Piter
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved