Ingin Optimalkan Aset Milik Daerah, Pemda Ngada Tanda Tangan Nota Kesepahaman dengan Bank NTT
Ingin Optimalkan Aset Milik Daerah, Pemda Ngada Tanda Tangan Nota Kesepahaman dengan Bank NTT
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Ferry Ndoen
Ingin Optimalkan Aset Milik Daerah, Pemda Ngada Tanda Tangan Nota Kesepahaman dengan Bank NTT
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi
POS-KUPANG.COM | BAJAWA-Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada menandatangani nota kesepahaman dengan Bank NTT terkai dengan pengelolaan barang milik daerah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di kebun jahe milik Bupati Ngada, Andreas Paru di Desa Watunai, Kecamatan Golewa Barat, Kabupaten Ngada, Minggu 23 Mei 2021.
Terpantau, kegiatan penandatanganan tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Ngada, Andreas Paru mewakili Pemda Ngada dan Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho mewakili Bank NTT.
Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho mengatakan bahwa kegiatan penandatanganan nota kesepahaman antara Pemda Ngada dan Bank NTT dilakukan untuk menindaklanjuti keputusan RUPS dengan pemegang saham beberapa waktu yang lalu tentang pemenuhan modal inti minimum.
Selain penyertaan modal organik, pihaknya juga menawarkan untuk kembali mengoptimalkan aset-aset yang tidak produktif menjadi aset produktif untuk menghasilkan PAD bagi pembangunan daerah. Hal tersebut selaras dengan program dari pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan.
"Oleh karena itu, kita terus bekerjasama dengan semua pemegang saham dalam hal ini pemerintah provinsi, kabupaten dan kota, sehingga aset yang belum dioptimalkan, kita optimalkan menjadi aset yang produktif untuk mendatangkan pendapatan bagi pembangunan di daerah," ungkapnya.
Harry berharap, dengan adanya kegiatan penandatanganan nota kesepahaman tersebut, pihkanya terus berupaya untuk memenuhi berbagai ketentuan, terutama penguatan modal inti, sehingga Bank NTT terus bertumbuh, memiliki daya saing, serta memiliki daya tahan terhadap berbagai krisis yang terjadi.
Sementara itu, Bupati Ngada, Andreas Paru dalam sambutannya mengatakan, dalam membangun Kabupaten Ngada, pemerintah daerah harus mempunyai kekuatan fiskal sendiri dengan tidak mengharapkan seluruhnya bantuan dari pemerintah pusat melalui DAK, DAU, dan dana-dana perimbangan lainnya.
Untuk mendongkrak fiskal daerah, kata Andreas, satu-satunya jalan yang dilakukan oleh pemerintah daerah yaitu mengoptimalkan semua penerimaan daerah.
"Dan salah satu langkah strategis yang kami lakukan adalah, bagaimana penerimaan pajak, retribusi, dan lain-lain harus dilakukan secara online. Tidak boleh ada lagi pembayaran tunai. Dan semua fasilitas sudah disiapkan oleh Bank NTT," ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Bupati Andreas mengucapkan terima kasih kepada Bank NTT yang selalu berkoordinasi, berkolaborasi, dan bersinergi dengan pemerintah dalam rangka meningkatkan pendapatan asli daerah.
Disamping pengoptimalan penerimaan daerah secara online, kata Bupati Andreas, aset-aset daerah yang selama ini belum dioptimalkan dan disia-siakan, harus dioptimalkan. Biarkan aset-aset tersebut dapat mendatangkan uang.
"Oleh karena itu, kami sudah mulai melakukan kerjasama untuk dapat memanfaatkan aset-aset yang ada untuk dijadikan sebagai modal kami dalam penyertaan modal ke Bank NTT," ujarnya. (mm)
Baca juga: Info Sport : Ini Dia Pahlawan yang Sukse Antar AC Milan ke Liga Champions, Profil Franck Kessie
