Bak Psikopat,Begini Cara Sadis Tinus Perko,Sopir Truk Bunuh 2 Gadis di NTT,Kini Diancam Hukuman Mati
Bak Psikopat,begini cara Sadis Tinus Perko,sopir truk bunuh 2 Gadis di NTT,kini diancam hukuman hati
YT ditangkap setelah polisi memeriksa sejumlah saksi serta kamera CCTV yang terpasang di rumah kos korban, termasuk memantau pergerakan nomor ponsel.
Baca juga: Oknum Ini Punya 5 Istri dan 7 Anak, Tersangka Pelaku Pembunuh YAW Dijuluki Warga Tinus Perko
Baca juga: Keluarga Korban Ungkap Isi Hati Pasca Pelaku Pembunuhan dan Rudapaksa Gadis Noelmina Dibekuk Polisi
Ambil uang
Kabid Humas Polda NTT Kombes Rishian Krisna Budhiaswanto dalam jumpa pers di Mapolda NTT kepada wartawan mengatakan, pelaku YT berkenalan dengan korban YAWA di media sosial.
Mereka kemudian beberapa kali melakukan komunikasi dan korban berjanji untuk bertemu dengan tersangka.
"Sehingga, waktu kejadian pada 14 Mei 2021, korban lalu diajak oleh tersangka menggunakan sepeda motor dari kos milik pelaku menuju arah Bakunase," kata Rishian, Jumat (21/5/2021).
Sesampainya di arah Batakte, pelaku langsung berpura-pura menghentikan kendaraan di lokasi yang jauh dari permukiman dengan alasan ingin mengunjungi teman yang rumahnya di dalam hutan.
Korban yang mengikuti pelaku dari belakang langsung masuk menuju hutan mengikuti pelaku.
Sesampainya di hutan, pelaku langsung meminta korban untuk bersetubuh.
Namu, korban menolak dan hendak melarikan diri.
Pelaku langsung mengambil pisau miliknya dan mengancam korban akan dibunuh jika tidak menuruti permintaannya.
"Kemudian pelaku mencekik korban dan membuka paksa pakaian korban, tapi korban melakukan perlawanan dengan mencakar wajah dan alat vital pelaku. Saat itu juga pelaku langsung membanting korban dan menikamnya di bagian dada kiri korban," sambung Rishian.
Baca juga: Pelaku Pembunuhan dan Rudapaksa Gadis Yuliani Dibekuk Polisi, Ini Ungkapan Isi Hati Keluarga Korban
Usai menghilangkan nyawa korban menggunakan pisau dan menyetubuhi mayat korban, pelaku langsung meninggalkan TKP dengan mengambil uang Rp 150.000 dan ponsel milik korban.
Pada Senin (17/5/2021), saat sedang mengukur tanah, warga dan Lurah Batakte mencium bau busuk.
Saat mencari, mereka menemukan sosok mayat yang sudah membusuk.
Mereka pun langsung melapor ke polisi.