Pemerintah Belum Berikan Bantuan Bagi Peternak Babi di Kabupaten Belu, Ini Penjelasan Kadis
Pemerintah Belum Berikan Bantuan Bagi Peternak Babi di Kabupaten Belu, Ini Penjelasan Kadis
Penulis: Teni Jenahas | Editor: Ferry Ndoen
Pemerintah Belum Berikan Bantuan Bagi Peternak Babi di Kabupaten Belu, Ini Penjelasan Kadis
Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas
POS KUPANG.COM| ATAMBUA----Pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten belum memberikan bantuan pemulihan ekonomi bagi peternak babi di Kabupaten Belu yang mengalami kerugian akibat ternak babi mati terserang penyakit African Swine Fever (ASF) awal tahun 2020.
Meski data kematian dan kerugian sudah dilaporkan namun sampai saat ini belum ada informasi kepastian dari pemerintah provinsi dan pusat untuk memberikan bantuan. Harapan terbesar Pemerintah Kabupaten Belu untuk membantu para peternak babi berasal dari pemerintah pusat dan provinsi sebab jumlah pemilik babi banyak dan APBD Belu tidak mampu menangani semuanya.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Belu, Nikolaus Umbu Birri mengatakan hal itu saat dikonfirmasi Pos Kupang.Com, Kamis 20 Mei 2021.
Baca juga: Pemain Gaek Cristian Gonzales Alami Sial Saat Menuju Rans Cilegon FC, Greg Nwokolo Mau Beli Saham ?
Baca juga: Ini Alasan Persib Bandung Absen di Turnamen Pramusim Nine Sport: Viking Mendukung ? Ini Kata Bos
Dikatakannya, sejauh ini belum ada informasi tentang bantuan pemulihan ekonomi bagi peternak babi di Kabupaten Belu.
"Belum ada informasi soal bantuan. Kami sudah laporkan semua data kematian babi secara detail by name by address", kata Nikolaus.
Lanjutnya, anggaran APBD Kabupaten Belu tidak mampu menangani hal tersebut karena jumlah kepala keluarga banyak. Pemerintah Kabupaten Belu sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah pusat dan provinsi.
Baca juga: Gugur Tertembak KKB di Papua, Detik-detik Alm Prada Ardi Yudi Tiba di Malaka - NTT
"Kalau harap APBD memang tidak bisa, keuangan kita terbatas. Kita berharap bantuan dari pusat dan provinsi", ujar Nikolaus.
Menurut Nikolaus, data terakhir kematian babi di Kabupaten Belu sampai Oktober 2020 dengan total 7.613 ekor yang tersebar merata di 12 kecamatan. Jumlah pemilik ternak sebanyak 1.772 kepala keluarga. taksasi kerugian yang dialami peternak babi mencapai mencapai Rp 33 M lebih.
Baca juga: Begini Penampakan Kuntilanak di Mapolres, Kapolres Sering Lihat Hantu, Mahkluk Halus Ini di Gudang
Setelah Oktober sampai saat ini tidak ada lagi kematian babi akibat terserang penyakit ASF.
"Jika ada babi yang mati, itu karena penyakit lain akibat perubahan musim bukan karena ASF", ujar Nikolaus.
Kata dia, meski babi yang mati terserang ASF banyak namun populasi ternak babi di Kabupaten Belu sampai Desember 2020 masih 52 ribu ekor yang tersebar di 12 kecamatan.
Saat ini, peternak sudah mulai lagi memelihara babi dan bibitnya didapat dari wilayah Belu sendiri, bukan dari luar daerah karena pemerintah provinsi sudah melarang pemasukan ternak babi.
Nikolaus mengaku, dirinya terus melakukan komunikasi dengan dinas peternakan provinsi terkait dengan upaya yang akan dilakukan pemerintah dalam membantu para peternak babi di Kabupaten Belu.
Sembari menanti perhatian pemerintah untuk ternak babi, Dinas Peternakan dan Keswan Belu memiliki program pemberdayaan untuk ternak ayam KUB yang didanai APBD II. (jen).
