Breaking News:

Salam Pos Kupang

Waspadai Lonjakan Kasus Covid-19

SERUAN untuk waspada terhadap lonjakan kasus Covid-19 terus kita gaungkan di forum ini bukan karena masyarakat belum tahu

Editor: Kanis Jehola
Waspadai Lonjakan Kasus Covid-19
DOK POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - SERUAN untuk waspada terhadap lonjakan kasus Covid-19 terus kita gaungkan di forum ini bukan karena masyarakat belum tahu dan belum paham tentang Covid-19 dan bahayanya bagi kesehatan, melainkan karena masyarakat masih terkesan tidak mau tahu dengan penyakit asal Wuhan ini.

Covid-19 memang tidak kasat mata, tapi berbagai kasus sakit dan kematian akibat tertular Covid-19 sudah nyata di depan kita. Mungkin juga kita pernah atau sedang tertular Covid-19 ini.

Namun, nyatanya di antara kita masih banyak yang belum mengindahkan berbagai imbauan dan protokol kesehatan yang disarankan pemerintah. Contohnya, larangan untuk tidak mudik pada Lebaran kemarin tetap saja dilanggar bahkan ada yang nekat melawan petugas. Menurut Presiden, sekitar 1,5 warga masih lolos mudik.

Padahal larangan itu merupakan salah satu upaya Pemerintah menghentikan penularan Covid-19, belajar dari pengalaman tahun lalu yang mana terjadi lonjakan signifikan penularan dan kasus kematian pasca mudik.

Baca juga: 29 Koperasi di Nagekeo Tidak Menjalankan Usahanya

Baca juga: Tingkatkan Koordinasi dan Sinergi Menko Airlangga Terima Kunjungan Ombudsman RI

Itu baru satu contoh pelanggaran. Dalam skope yang lebih kecil, banyak juga pelanggaran lain yang kita lakukan berkaitan dengan penerapan protokol kesehatan. Kita masih enggan mengenakan masker, enggan mencuci tangan dan masih suka berkumpul untuk hal-hal yang tidak urgen.

Pembatasan seperti ini memang bukan hal yang kita sukai. Tetapi karena penularan yang mengakibatkan sakit dan meninggal akibat Covid-19 masih saja terjadi, maka suka atau tidak suka kita harus patuhi prokes ini. Kita harus berusaha menyesuaikan diri dengan kondisi Covid-19 ini.

Mungkin ada yang merasa aman-aman saja karena sudah menerima vaksin lengkap, tapi berapa banyak? Masih jauh lebih banyak warga yang belum menerima vaksin Covid-19. Itu pun tidak ada jaminan 100 persen bahwa orang yang sudah menerima vaksin akan bebas dari serangan Covid-19.

Belum lagi beres dengan ini semua, kita sudah dibayang-bayangi bahaya masuknya varian baru Covid-19 seperti yang sedang terjadi di India dan sejumlah negara tetangga. Kalau tidak kita bentengi dengan kepatuhan terhadap prokes, betapa sulitnya untuk mengendalikan serangan virus varian baru itu nanti. Korban bakal semakin banyak.

Baca juga: Cek Daftar Formasi PPPK dan CPNS 2021 Instansi Pusat Provinsi hingga Kabupaten Kota di Indonesia

Baca juga: Promo KFC Kamis 20 Mei 2021, Promo KFC Personal Snack Bucket 4 Potong Chicken Strip Mulai RP 29.091

Karena itu, kita menegaskan imbauan pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah/kota, agar mematuhi PPKM yang telah ditetapkan. Patuhi protokol kesehatan seperti mengenakan masker, rajin mencuci tangan pakai sabun/hand sanitizer, hindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

Tingkatkan tracing bagi warga yang hendak pergi atau datang. Jangan pernah meloloskan orang-orang yang terindikasi Covid-19. Pastikan ketersediaan fasilitas pemeriksaan di berbagai tempat keluar masuk, seperti rapid antigen, GNose, Swab PCR dan alat pengukur suhu tubuh. Pastikan ketersediaan SDM dan fasilitas kesehatan untuk menangani kemungkinan lonjakan kasus Covid-19.

Para petugas pun harus lebih tegas lagi menerapkan sanksi bagi yang melanggar. Petugas harus lebih cekatan daripada masyarakat yang suka melanggar aturan dengan berbagai modus.

Dengan upaya-upaya tersebut tentunya kita berharap perkiraan terjadi lonjakan kasus Covid-19 di waktu mendatang tidak bakal terjadi. Apalagi varian baru yang penularannya jauh lebih cepat bahkan tidak bergejala tidak perlu terjadi di negara dan daerah kita. *

Kumpulan Salam Pos Kupang

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved