50 Bendahara Koperasi di Nagekeo Dapat Pendidikan dan Pelatihan Perkoperasian
bergerak dalam visi dan misinya untuk menetukan sasaran, target orang yang menjadi anggota sesuai sifat-sifat koperasinya
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Rosalina Woso
50 Bendahara Koperasi di Nagekeo Dapat Pendidikan dan Pelatihan Perkoperasian
POS-KUPANG.COM | MBAY--Sebanyak 50 orang bendahara koperasi di Kabupaten Nagekeo mendapat pendidikan dan pelatihan perkoperasian. Kegiatan pendidikan dan pelatihan tersebut dilakukan di Aula Hotel Pepita Mbay, Rabu 19 Mei 2021.
Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do membuka kegiatan itu. Hadir pada kegiatan tersebut yakni Instruktur Yakobus Milan Tukan, Kadis Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Dra. Djawaria K. M. Simprosa, Kadis Peternakan Klementina Dawo, Kadis Pertanian Oliva Monika Mogi, Sekretaris Dinas Pariwisata Rustin Triatmi, Kadis Perhubungan Efraim C.Muga, dan Kadis Peternakan Elias Tae.
Dalam sambutannya, Bupati Nagekeo, Johannes Don Bosco Do mengatakan, koperasi ibarat tubuh manusia, dan yang menggerakkan itu adalah managernya, sedangkan ketua memberikan arah kemana sebuah koperasi bergerak dalam visi dan misinya untuk menetukan sasaran, target orang yang menjadi anggota sesuai sifat-sifat koperasinya.
Baca juga: Bupati Nagekeo, Johannes Don Bosco Do Tanam Cengkeh di Desa Udiworowatu Keo Tengah
"Kalau manager mengerjakan bagaimana target target itu bisa dicapai, maneger berperan seperti Jantung. Ketua sebagai otaknya dan bendahara sebagai darah yang mengalir, ngatur duit," ungkapnya.
Baca juga: Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do Buka Kegiatan Sosialisasi Permendikbud Nomor 6 Tahun 2021
Bupati Don mengaku, semua sebetulnya sudah mempunyai peran masing-masing. Saraf yang menghubungkan dari otak ke organ -organ sebagai sarana komunikasi. Namun yang paling penting dalam konteks pengelolaan koperasi yakni perangkat aturan dan kewenangan batas-batas tugas.
"Repot pada organisasi yang gagal ini, ketika pengurus, pengawas, ketua, manager mau atur duit," ujarnya.
Kepada tutor, Bupati Don berharap agar para peserta yang ada diberi keberanian supaya mereka tahu peran masing-masing lingkup kewenangannya.
Baca juga: Bupati Nagekeo Beri Bantuan Kursi Roda untuk Seorang Lansia di Kampung Worowatu
"Kalau tidak tau peran dan lingkup kewenangan dan menguasainya, kita jadi orang yang tidak percaya diri, mudah digertak," jelasnya.
Menurutnya, bendahara harus diarahkan supaya mereka tahu persis tugas sebagai bendahara dan tanggungjawabnya dalam organisasi yang disebut sebagai koperasi itu.
"Kalau bendaharanya bocor dan mudah dibocorkan, maka koperasi ini ambruk," ungkapnya.
Bupati Don menjelaskan, berdasarkan laporan panitia, disebutkan bahwa dari sekitar 102 koperasi, baru 23 koperasi yang sudah melakukan RAT Tahun Buku 2020 dan hasilnya dua koperasi yang dinyatakan sehat.
Menurutnya, hal tersebut karena bendahara lemah dalam mengatur dana koperasi. Bendahara lemah karena bendahara sendiri yang ikut mencuri, sehingga melonggarkan atasannya untuk ikut mengambil dana koperasi.
"Jadi seorang bendahara yang benar supaya koperasi yang kamu abdi betul-betul tumbuh menjadi koperasi yang sehat. Jadilah orang jujur. Ilmu yang diperoleh supaya dapat kerja dengan baik. Duit kita sudah habis banyak untuk pelatihan ini. Jangan pulang sama seperti yang datang, itu repot," tutupnya.
Sementara itu, kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Dra. Djawaria K. M. Simprosa dalam laporannya mengatakan, hasil yang ingin dicapai dari kegiatan diklat tersebut adalah meningkatnya pemahaman perangkat koperasi dalam menyusun laporan keuangan koperasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/johannes-don-bosco-do-foto-bersama.jpg)