Rabu, 22 April 2026

Perumda Wae Mbeliling Janji Layani Air Bersih 6 Bulan Lagi, Darius :  DPRD Monitor

Pasalnya, hingga saat ini ratusan warga di kampung itu masih mengonsumsi air kali Wae Mese.

Penulis: Gecio Viana | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/GECIO VIANA
Ketua Sementara DPRD Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Darius Angkur saat ditemui di Gedung Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mabar, Rabu 13 Januari 2021 

Untuk warga Kampung Mbembe yang juga bernasib serupa, pihaknya akan mengatur jadwal untuk melakukan survei.

"Nanti kami pilah, Karena dari topografi sangat sulit,  Kampung Mbembe solusinya kami ambil (sumber air) dari Marombok, itu sepanjang jalur irigasi, kalau satu kesatuan tidak bisa, jaringannya harus dipenggal. Nanti untuk kampung Mbembe, kami atur jadwal untuk lakukan pemetaan," katanya.

Dikesempatan yang sama, Kepala Seksi Prasarana dan Sarana Utilitas dan Pertamanan Dinas Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat Kabupaten Mabar, L. Y. Purnama mengatakan, persoalan di desa tersebut akan menjadi prioritas pemerintah.

Baca juga: Diduga Sering Konsumsi Air Kali, 7 Warga di Labuan Bajo Manggarai Barat Sakit Ginjal

Pihaknya pun akan berusaha agar persoalan tersebut diselesaikan dalam tahun 2021.

"Kami akan audience dengan pak bupati terkait dari mana pengganggaran, apakah lewat dana perubahan (APBD Perubahan) tahun ini ataukah pergeseran anggaran," katanya.

Sementara itu, Kades Golo Bilas, Paulus Nurung mengucapkan terima kasih atas respon pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan air bersih masyarakat.

Warga Desa Golo Bilas saat menimba air keruh di Kabupaten Manggarai Barat
Warga Desa Golo Bilas saat menimba air keruh di Kabupaten Manggarai Barat (POS KKUPANG.COM/GECIO VIANA)

"Semoga keluhan dapat teratasi, terutama air minum," katanya.

Sementara itu, diskusi yang dilakukan bersama masyarakat Kampung Lobohusu berjalan cukup alot.

Warga mengeluhkan tidak adanya air bersih, sehingga berdampak juga kepada kesehatan masyarakat.

Bahkan, sudah terdapat 7 warga yang terkena penyakit ginjal. Satu di antaranya warga itu telah meninggal dunia 2 tahun lalu.

Warga sangat berharap pemerintah segera merealisasikan janjinya untuk menyediakan dan memastikan pasokan air bersih ke kampung yang dihuni lebih dari 200 jiwa itu.(Laporan Reporter POS KUPANG.COM/Gecio Viana) 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved