Berita Viral
Berita Viral : 4 Bulan Mayat Bocah 7 Tahun Disimpan di Kamar Orangtuanya, Begini Kondisinya
Sebuah peristiwa mengejutkan, bocah 7 tahun yang meninggal karena ulah orangtuanya disimpan dalam kamar rumah hingga 4 bulan terbongkar d
Berita Viral : 4 Bulan Mayat Bocah 7 Tahun Disimpan di Kamar Orangtuanya, Begini Kondisinya
POS KUPANG.COM---- Sebuah peristiwa mengejutkan, bocah 7 tahun yang meninggal karena ulah orangtuanya disimpan dalam kamar rumah hingga 4 bulan terbongkar di Temanggung Jawa Tengah.
Mayat A (7) ditemukan di salah satu kamar rumahnya dan disebut sudah meninggal sejak bulan Januari lalu.
Mayat bocah itu tergeletak di atas ranjang dalam kondisi kering, tinggal kulit dan tulang.
Peristiwa memprihatinkan itu terjadi di desa Bejen, Kecamatan Bejen, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.
Diduga orangtua korban bersama 2 orang lain yang disebut sebagai dukun terlibat langsung dalam pembunuhan bocah perempuan itu.
Kini kedua orangtua korban, Budiono (B )dan Haryono (H) telah ditahan dan diperiksa polisi.
Dalam peristiwa temuan bocah 7 tahun yang meninggal sejak 4 bulan lalu itu, SURYAMALANG.COM mencatat setidaknya 4 fakta :
Baca juga: Info Sport: 8 Pemain Persik Kediri Mangkir Saat Latihan Perdana, Begini Penjelasan Pelatih
Baca juga: Info Sport Terbaru: Franco Ancam Hengkang dari Yamaha Jika Permintaanya di MotoGP 2022 Tak Dituruti
1. Terbongkar karena Paman dan Kakek Korban yang Kangen
Peristiwa bocah A (7) yang meninggal dan disimpan di kamar rumah selama 4 bulan terbongkar setelah saudara-saudaranya, Bu de,Paman dan kakeknya penasaran dan kangen karena lama tak melihat sosoknya.
Kades Bajen, Kecamatan Bajen, Kabupaten Temanggung Sugeng memaparkan penemuan mayat A terungkap setelah paman korban menanyakan kepada orang tua korban karena A sudah jarang terlihat.
Setiap paman korban menanyakan kepada Marsudi (M) yang tak lain adalah ayah korban, selalu mendapat jawaban yang berbelit.

"Setiap ditanya anakmu itu dimana kok gak pernah kelihatan? Pak Marsudi selalu jawab ada di rumah embahnya (kakeknya)," kata Sugeng, kepada Tribunjogja.com (Grup SURYAMALANG.COM), Selasa (18/5/2021).
Di sisi lain, kakek korban yang kini menetap di Desa Congkrang juga merasa kangen dan kehilangan cucunya, A.
Pasalnya, setiap kali ayah korban datang ke rumah kakek dari A, sang ayah selalu tidak mengajak A.