Bupati Edi Endi Prioritaskan Air Bersih Untuk Kampung Lobohusu
ratusan warga kampung yang terletak di Dusun Marombok, Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo itu, selama ini mengonsumsi air kali
Penulis: Gecio Viana | Editor: Rosalina Woso
"Iya konsumsi air kali. Menurut dokter air yang kami konsumsi kadar kapur tinggi, dia bilang beralih ke air bersih tidak boleh air ini lagi, seperti itu kata dokter," katanya diamini sejumlah warga.
Warga yang terkena penyakit ginjal pun harus membeli air galon dengan harga per galon sebesar Rp 7 ribu.
Aktivitas warga mengonsumsi air kali dilakukan hingga saat ini, sehingga penderita penyakit ginjal dirasa akan bertambah.
Selain sakit ginjal, sejumlah warga lainnya juga mengalami diare pasca mengonsumsi air kali.
"Jelas akan akan terus bertambah (jumlah penderita kanker), kecuali kita berhenti minum air kali ini. Kalau penyakit lainnya diare, ada anak-anak dan orang dewasa," katanya.
Dijelaskannya, jika memasuki musim penghujan dan terjadi banjir, warga memilih untuk menampung dan mengonsumsi air hujan.
Namun, seringkali hujan terjadi di hulu sungai dan mengakibatkan banjir. Sedangkan, tidak terjadi hujan di area kampung.
Akibatnya, masyarakat tidak mendapatkan air hujan dan terpaksa mengonsumsi air kali yang keruh dan bercampur lumpur akibat banjir.
Baca juga: Warga Kampung Lobohusu Mabar Konsumsi Air Kali: Direktur Perumda Janji Selesaikan Dalam 6 Bulan
"Biasanya kami tadah air hujan, baru kami rebus, itu pun kadang tidak menentu, kadang turun kadang tidak. Kadang hujan turun hanya di hulu saja (dan tidak di area kampung), sehingga datang hanya banjir saja, stok air tidak ada, sehingga timba air ini (air kali) untuk minum," tutur Aco.
Hal senada disampaikan warga Kampung Lobohusu, Abdul Sehadu (47), menurutnya sudah terdapat 7 warga kampung itu yang terkena sakit ginjal akibat mengonsumsi air kali.
"Beberapa tahun terakhir sudah ada 7 yang kena batu ginjal resmi dari dokter. Belum tahu yang belum diperiksa, tapi yang sudah positif ada 7 orang," ujarnya.
Menurutnya, kebiasaan warga menggunakan air kali untuk kebutuhan konsumsi dan kebutuhan rumah tangga lainnya telah dilakukan sejak dulu, hingga saat ini.
"Sudah dilakukan sejak nenek moyang," ucapnya.
Pihaknya berharap, pemerintah melalui Perumda Wae Mbeliling agar dapat melayani kebutuhan air bersih bagi masyarakat.
Hal tersebut dilakukan demi mencegah warga yang terkena penyakit akibat mengonsumsi air kali.
Baca juga: Diperintah Bupati Mabar Edi Endi, Direktur Perumda Wae Mbeliling Akan Survei Kampung Lobohusu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/bupati-manggarai-barat-edistasius-endi.jpg)