Breaking News:

Berita Belu Bersinar

Bupati dan Wakil Bupati Belu Panen Raya Padi di Dafala, Begini Suasananya

Bupati dan Wakil Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD dan Drs. Aloysius Haleserens, MM melakukan panen raya padi varietas Ciherang milik Kelompok

Bupati dan Wakil Bupati Belu Panen Raya Padi di Dafala, Begini Suasananya
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
PANEN---Bupati dan Wakil Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD dan Drs. Aloysius Haleserens, MM melakukan panen raya padi varietas Ciherang milik Kelompok Tani Ta’u Oan, Desa Dafala, Kecamatan Tasifeto Timur, Rabu (12/5/2021).

Bupati dan Wakil Bupati Belu Panen Raya Padi di Dafala

Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas

POS KUPANG.COM| ATAMBUA----Bupati dan Wakil Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD dan Drs. Aloysius Haleserens, MM melakukan panen raya padi varietas Ciherang milik Kelompok Tani Ta’u Oan, Desa Dafala, Kecamatan Tasifeto Timur, Rabu (12/5/2021).

Padi sawah yang dipanen saat itu merupakan hasil pelaksanaan program Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling-up Initiative (READ-SI) kerjasama Pemerintah Kabupaten Belu dengan International Fund for Agricultural Development  (IFAD) dan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian RI.

Lewat program READ SI, para petani dari kelompok Ta’u Oan mengembangkan padi varietas ciherang dengan luasan tanam 50 hektare. Secara simbolis, panen raya dilakukan Bupati dan Wakil Bupati Belu.

Usai panen, Bupati dan Wakil Bupati Belu membuka dialog dengan petani guna mendengarkan aspirasi dari petani. Dalam dialog, perwakilan petani, Aloysius Nuak menyampaikan keluhan yakni ketersediaan air, traktor dan pupuk.

Menurut Aloysius, pupuk subsidi bukan langkah tapi waktu distribusi pupuk sering kali tidak tepat waktu.

Kondisi ini juga disampaikan Anggota DPRD Belu, Edmundus Tita yang hadir dalam kegiatan panen raya. Edmundus meminta pemerintah agar memperhatikan waktu pendistribusian pupuk.

“Untuk musim Oktober sampai Maret ini kami harap sebelum petani menanam padi, pupuknya sudah ada sehingga setelah satu minggu tanam padi, pupuknya sudah bisa dipakai", pinta Edmundus.

Terkait keluhan petani, Bupati Belu, dr. Agus Taolin langsung menginstruksikan Kepala Dinas Pertanian untuk memperhatikan waktu pendistribusian pupuk bagi petani di Belu. Pendistribusian pupuk harus dilakukan sebelum petani mulai menanam padi agar setelah tanam, pupuk sudah tersedia. 

Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, MM juga mengatakan, permintaan petani untuk bangun embung akan diperhatikan pemerintah.

“Lewat dinas teknis, kita akan lihat kawasan yang tinggi di sekitar areal persawahan dan sesuai untuk dibangun embung,” ujar Wabup Belu.

Untuk diketahui, luas areal sawah di Desa Dafala, Kecamatan Tasifeto Timur mencapai 470 hektar yang tersebar di lima hamparan. Untuk areal yang dilakukan panen raya ini diairi irigasi Mota Merak dan We Alas dan irigasi ini mengairi areal persawahan dua desa yakni Desa Dafala dan Desa Manleten.

Hadir dalam panen raya padi, Dandim 1605/Belu, Anggota DPRD Belu, Pj. Sekda Belu, Dansatgas Pamtas RI-RDTL Yonif 742, pimpinan OPD, Camat Tasifeto Timur dan Kepala Desa Dafala. (jen). 

PANEN---Bupati dan Wakil Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD dan Drs. Aloysius Haleserens, MM melakukan panen raya padi varietas Ciherang milik Kelompok Tani Ta’u Oan, Desa Dafala, Kecamatan Tasifeto Timur, Rabu (12/5/2021).
PANEN---Bupati dan Wakil Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD dan Drs. Aloysius Haleserens, MM melakukan panen raya padi varietas Ciherang milik Kelompok Tani Ta’u Oan, Desa Dafala, Kecamatan Tasifeto Timur, Rabu (12/5/2021). (POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS)
Penulis: Teni Jenahas
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved