Konflik Israel Palestina

Kehebatan Hamas dan Alasan Militan Palestina Ini Sering Serang Israel Pakai Roket keTel Aviv

Kehebatan Hamas dan alasan Militan Palestina ini sering serang Israel pakai roket ke Tel Aviv

Editor: Adiana Ahmad
AP PHOTO/YONATAN SINDEL
Kehebatan Hamas dan Alasan Militan Palestina Ini Sering Serang Israel Pakai Roket ke Tel Aviv 

Ternyata begini kehebatan Hamas dan alasan militan Palestina itu sering serang Israel pakai roket ke Tel Aviv, ibukota Israel.

Dikutip BBC News, nama Hamas sendiri merupakan akronim Arab untuk Gerakan Perlawanan Islam, atau Harakat al-Muqawama al-Islamiya.

Hamas didirikan oleh Sheikh Ahmed Yassin, seorang ulama Palestina.

Ledakan menerangi langit malam setelahpesawat tempur Israel menghantam beberapa pos milik pemerintah Hamas di Jalur Gaza(Anadolu Agency)
Ledakan menerangi langit malam setelahpesawat tempur Israel menghantam beberapa pos milik pemerintah Hamas di Jalur Gaza(Anadolu Agency) (ist)

Selama bertahun-tahun, kelompok Hamas telah melakukan penembakan, pemboman, dan serangan roket ke wilayah Israel.

Sejak 2008, gerilyawan Israel dan Hamas di Gaza juga telah berperang sebanyak tiga kali di lintas perbatasan dan telah mengalami banyak pertempuran sejak kelompok itu menguasai Gaza pada 2007.

Israel sendiri sering melancarkan operasi militer mematikan untuk menyerang kelompok bersenjata Palestina itu.

Pada Senin (10/5/2021), Israel melakukan beberapa serangan udara di Gaza, dan kemudian Hamas pun membalasnya dengan menembakkan roket ke Tel Aviv.

Kata BBC, bagi para pendukungnya, Hamas dipandang sebagai gerakan perlawanan yang sangat sah.

"Hamas adalah organisasi perlawanan, yang juga bertanggung jawab untuk mengelola Jalur Gaza," ujar para peneliti di The Conversation.

Baca juga: Jalur Gaza Kembali Memanas! Israel Bom Jalur Gaza Sepanjang Malam, Sasaran Militer Hamas

Baca juga: 13 Tahun Berseteru, Kelompok Hamas di Jalur Gaza Umumkan Akhiri Kekerasan Melawan Israel

Darimana asal Hamas?

Hamas didirikan oleh Sheikh Ahmed Yassin, seorang ulama Palestina.

Dia menjadi seorang aktivis di cabang lokal Ikhwanul Muslimin setelah mendedikasikan kehidupan awalnya untuk beasiswa Islam di Kairo.

Sejak akhir 1960-an, Yassin berkhotbah dan melakukan pekerjaan amal di West Bank dan Jalur Gaza, keduanya diduduki oleh pasukan Israel setelah Perang Enam Hari 1967, CFR menjelaskan.

Yassin sendiri menetapkan Hamas sebagai lengan politik lokal Ikhwanul Muslimin pada bulan Desember 1987.

Ini menyusul pecahnya intifada pertama, pemberontakan Palestina pun melawan kendali Israel atas West Bank, Gaza, dan Yerusalem Timur.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved