Breaking News:

Bupati Sumba Barat Hadiri Pemusnahan 6,7 Ton Miras Di Polres Sumba Barat

Bupati Kabupaten Sumba Barat, Yohanes Dade,S.H menghadiri acara pemusnahan 6,7 ton minuman keras ( miras)

Penulis: Petrus Piter | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/PETRUS PITER
Kapolres Sumba Barat, AKBP FX Irwan Arianto, S.I.K, M.H bersama Bupati Sumba Barat, Yohanes Dade,S.H, Plt Sekda Sumba Barat, Drs.Daniel B.Pabala, pimpinan Forkompinda, tokoh agama, tokoh masyarakat dan para pejabat Polres Sumba Barat memusnakan 6,7 ton miras di Mapolres Sumba Barat, Rabu (12/5/2021) sore. 

POS-KUPANG.COM | WAIKABUBAK---Bupati Kabupaten Sumba Barat, Yohanes Dade,S.H menghadiri acara pemusnahan 6,7 ton minuman keras ( miras) jenis peneraci atau tepatnya 6713 liter miras hasil operasi ketupat ranaka tahun 2021 oleh Polres Sumba Barat di halaman Polres Sumba Barat, Rabu (12/5/2021).

Kapolres Sumba Barat, AKBP FX Irwan Arianto, S.I.K, M.H dalam sambutannya mengatakan, sebanyak 6,7 ton minuman keras (miras) atau 6713 liter miras jenis peneraci yang dimusnakan kali ini merupakan hasil operasi ketupat ranaka tahun 2021 selama sebulan penuh oleh tim Polres Sumba Barat. Ribuan liter miras itu diamankan dari 40-an pelaku perdagangan miras dibeberapa titik tertentu menjadi target operasi tim Polres Sumba Barat sebagaimana berlangsung selama sebulan terakhir ini.

Kapolres Arianto bertekat bersama seluruh jajarannya dan dibackup Kodim 1613 Sumba Barat akan terus menggelar operasi membebaskan Sumba Barat dari bahaya minuman keras. Berdasarkan hasil interogasi tim Polres Sumba Barat pada saat mengamankan barang bukti berupa miras dan para pelaku, memperoleh informasi miras jenis peneraci itu diproduksi di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur dan dipasarkan di seluruh wilayah Sumba termasuk Sumba Tengah, Sumba Barat dan Sumba Barat Daya.

Baca juga: Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat Bersama Pengusaha Perbaiki Jalan Kota Waikabubak-Waibangga

Baca juga: Peringatan Dini BMKG Hari Ini, Waspada NTT Berpotensi Terjadi Angin Kencang

Karena itu,demi penegakan hukum yang baik, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Polres Sumba Timur untuk membantu menertibkan produksi miras ilegal di Waingapu,Sumba Timur.

Dalam operasi ranaka tahun 2021 ini, pihaknya hanya menahan barang bukti berupa miras. Sedangkan para pelaku diberi pembinaan dan kembali ke rumah masing-masing. Ke depan, kegiatan operasi penertiban miras tersebut akan terus digalakan demi menjaga suasana daerah ini tetap aman dan damai.

Sementara itu Bupati Kabupaten Sumba Barat, Yohanes Dade, S.H dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan operasi ketupat ranaka tahun 2021 oleh Polres Sumba Barat yang berhasil mengamankan 6,7 ton minuman keras jenis peneraci.

Baca juga: Pandemi, IKKEF Kupang Tebar Masker Bagi Jemaah Saat Sholat Ied

Baca juga: Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat Prioritaskan Bangun Kota Waikabubak

Dalam kesempatan itu, Bupati Yohanes Dade meminta tim polres Sumba Barat tidak hanya mengamankan miras yang diangkut menggunakan mobil dari Waingapu, Sumba Timur ke daerah ini tetapi juga melakukan operasi penertiban miras pada rumah-rumah penduduk yang dicurigai selama ini berdagang miras atau mengedarkan miras di wilayah ini. Pasalnya miras itu adalah sumber penyakit masyarakat dan harus dibebaskan peredarannya di wilayah ini.

Karena itu, melalui kesempatan ini, selaku bupati Sumba Barat menyatakan mendukung langkah Polres Sumba Barat membebaskan daerah ini dari bahaya peredaran minuman keras (miras).

Selain itu, Bupati Sumba Barat juga meminta dukungan tokoh agama, tokoh masyarakat dan Forkompinda untuk bersama-sama berjuang membebaskan Sumba Barat dari bahaya miras. Dan untuk meningkatkan operasi penertiban miras, bupati berencana membentuk pengendalian miras yang beranggotakan pemda, TNI, POLRI, Forkompida dan unusr masyarakat lainnya untuk bersama-sama bekerja membebaskan Sumba Barat dari bahaya minuman keras. Dengan demikian, Sumba Barat menjadi tertib, aman dan damai serta bebas miras.

Pemerintah daerah juga mendukung langkah Polres Sumba Barat menertibkan mavia tanah di daerah ini. Sebab tidak menutup kemungkinan rakyat asli Sumba Barat bakal menjadi penonton dikemudian hari karena tanah-tanah itu sudah dikuasi oknum tertentu.

Realitas menunjukan oknum tersebut hanya menjadikan tanah itu sebagai agunan dibank untuk mendapatkan pinjaman uang sebanyaknya lalu membiiarkan tanah terlantar tanpa membangunnya. Karenanya ke depan, pemerintah akan membangun koordinasi dengan para pengusaha agar segera memanfaatkan tanah itu dengan membangun hotel, restaurant dan lain-lain. Jangan dibiarkan terlantar begitu saja. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter)

Berita Kabupaten Sumba Barat

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved