Breaking News:

Berita Belu Bersinar

Di Kabupaten Belu, Dampak Refocusing dan Realokasi, Anggaran di Sejumlah OPD Berkurang

Pemerintah Kabupaten Belu telah melakukan refocusing dan realokasi pagu anggaran sementara APBD tahun 2021 dalam rangka penanganan Covid-19

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Penjabat Sekda Belu, Frans Manafe, S.Pi 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Teni Jenahas

POS KUPANG.COM| ATAMBUA----Pemerintah Kabupaten Belu telah melakukan refocusing dan realokasi pagu anggaran sementara APBD tahun 2021 dalam rangka penanganan Covid-19. 

Hasil refocusing dan realokasi tersebut, sebagian besar OPD mengalami pengurangan anggaran sedangkan penambahan anggaran hanya di beberapa OPD yang berkaitan dengan penanganan Covid-19. 

OPD yang mendapat penambahan anggaran adalah RSUD Atambua sebesar Rp 43 M, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Rp 21 M, Dinas Sosial 11,9 M, Dinas Kesehatan Rp 1,9 Miliar lebih, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Rp 1 M, Kecamatan Kota Atambua Rp. 470 juta, Kecamatan Atambua Selatan Rp. 1,4 M lebih dan Kecamatan Atambua Barat bertambah 410 juta.

Sedangkan OPD lainnya mengalami pengurangan dengan nilai pengurangan bervariasi mulai dari puluhan juta hingga satu miliar lebih.

Pengurangan anggaran terbesar atau nilainya satu milar ke atas terdapat di beberapa OPD yakni, Dinas PUPR berkurang sebesar Rp 53 M lebih, Sekretariat Daerah Rp 6 M, Sekretariat DPRD Rp 5 miliar, Dinas Pariwisata Rp 5 M, Bagian Umum termasuk belanja Pimpinan Daerah Rp 3,5 M, Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDMD Rp 3 M.

Dinas Lingkungan Hidup Rp 2,5 M,  BP4D Rp 2,5 M, Dinas Kepemudaan dan Olahraga berkurang Rp 2 Miliar, 
Pertanian dan Ketahanan Pangan Rp 2 Miliar, Badan Pendapatan Daerah Rp 1,5 M dan Bagian Kesra berkurang Rp. 1,3 M lebih dan Inspektorat Rp 1,2 M.

Kemudian, OPD yang mengalami pengurangan anggaran berkisar 100 juta hingga satu miliar yakni, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan berkurang Rp 300 juta, Dinas Perikanan Rp 83 juta,  Dinas Peternakan dan Keswan berkurang Rp 582 juta lebih, Dinas Perhubungan Rp 1 juta lebih, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Rp. 250 juta, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Rp. 500 juta, Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Rp 250 juta, Dinas Kominfo Rp 750 juta, Dinas Koperasi dan UKM Rp 250 juta, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Rp 200 juta.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Rp. 582 juta lebih,  Bagian Pemerintahan Rp. 250 juta, Bagian Hukum Rp. 250 juta, Bagian Adm. Pembangunan Rp. 250 juta, Bagian Organisasi berkurang Rp. 250 juta, Bagian Pengadaan Barang dan Jasa berkurang rp. 250 juta, Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan berkurang Rp 400 juta, Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Rp 175 juta, Badan Pengelola Perbatasan Daerah Rp. 100 juta, Badan Kesbangpol berkurang Rp. 950 juta, Satpol PP Rp. 700 Juta, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Rp 750 juta.

Penjabat Sekda Belu, Frans Manafe, S.Pi saat mempin rapat pembahasan, Senin (3/5/2021) mengungkapkan, dari hasil refocusing dan realokasi, ada OPD yang mengalami pengurangan anggaran dan ada pula yang mendapat penambahan anggaran. 

Anggaran refocussing dan realokasi itu berdasarkan kebutuhan dan yang menjadi prioritas utama adalah untuk penanganan Covid-19 di Bidang Kesehatan baik untuk pencegahan maupun untuk pengobatan, perawatan dan pengawasan. 

Kemudian, untuk Jaring Pengaman Sosial (JPS),  untuk dampak ekonomi dan penanganan bencana alam.

Plt. Asisten Pemerintahan Dan Kesejahteraan Sekda Belu, Johanes Andes Prihatin, SE., M.Si menyampaikan, dalam APBD ada dua perlakuan untuk refocussing dan realokasi. Pertama, pengurangan belanja akibat pengurangan pendapatan dana transfer umum sebesar 17 miliar lebih dari Pemerintah Pusat ke Kabupaten. Kedua, sekitar Rp 84 miliar dilakukan refocussing dan realokasi untuk dua komponen utama yaitu pemberdayaan ekonomi dan pengurangan dampak sosial.

Oleh karena itu, Plt. Asisten Pemerintahan mengajak kerjasama dari setiap Pimpinan OPD untuk memahamo kondisi tersebut.

"Jika ada program kegiatan yang dikurangi dan ada juga program dan kegiatannya ditambahkan mohon dipahami oleh pimpinan OPD. kegiatan-kegiatan yang ada penambahan itu akan kita kawal melalui TAPD", pinta Johanes Prihatin. (jen).

Pelaksana Harian (Plh) Bupati Belu, Frans Manafe, S.Pi
Penjabat Sekda Belu,Frans Manafe, S.Pi (POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS)
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved