Wajah Pucat, Najwa Shihab Dirawat di RS, Dikunjungi Artis, Ternyata Derita Sakit Berbahaya Ini, Apa?
Wajah Pucat, Najwa Shihab Dirawat di RS, Dikunjungi Artis, Ternyata Derita Sakit Berbahaya Ini, Apa?
Profil Najwa Shihab
Baca juga: Najwa Shihab Tergolek Lemas & Tak Boleh Dibesuk, Penyakit Ini Yang Diderita, Raffi Ahmad Kirim Doa
Baca juga: Kabar Sedih Najwa Shihab, Sampaikan Hal Ini dari Rumah Sakit, Ada Apa?
Dikutip dari Wikipedia berikut ini profil lengkap Najwa Shihab putri dari Dai Quraish Shihab
Najwa Shihab lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, 16 September 197 adalah mantan pembawa acara berita di stasiun televisi Metro TV.
Ia pernah menjadi anchor dalam program berita prime time Metro Hari Ini, Suara Anda dan program bincang-bincang Mata Najwa.
Najwa adalah putri kedua Quraish Shihab, Menteri Agama era Kabinet Pembangunan VII.
Nana menikah dengan Ibrahim Assegaf, dan sudah memiliki satu orang anak laki-laki yang akrab dipanggil Izzat (20 tahun).
Najwa adalah alumni Fakultas Hukum UI angkatan 1996. Semasa SMA ia terpilih mengikuti program American Field Service (AFS), yang di Indonesia program ini dilaksanakan oleh Yayasan Bina Antarbudaya, selama satu tahun di Amerika Serikat.
Merintis karier di RCTI, tahun 2001 ia memilih bergabung dengan Metro TV karena stasiun TV itu dinilai lebih menjawab minat besarnya terhadap dunia jurnalistik.
Pada bulan Agustus 2017, melalui episode Catatan tanpa Titik, ia secara resmi mengundurkan diri dari MetroTV yang telah membesarkan namanya.
Dan pada 10 Januari 2018, Najwa Shihab melalui Mata Najwa tampil kembali di Trans7 dengan tetap menempati slot yang sama seperti sewaktu di Metro TV, yakni hari Rabu pukul 20:00 WIB.
Pada tahun 2018, setelah berkecimpung menjadi jurnalis selama 9 tahun, Najwa Shihab mendirikan Narasi TV, sebuah perusahaan berita dan media omni-channel yang menciptakan dan mengelola beberapa jenis konten.
Perhargaan
Pada tahun 2005, ia memperoleh penghargaan dari PWI Pusat dan PWI Jaya untuk laporan-laporannya dari Aceh, saat bencana tsunami melanda kawasan itu, Desember 2004.
Liputan dan laporannya dinilai memberi andil bagi meluasnya kepedulian dan empati masyarakat luas terhadap tragedi kemanusiaan itu.
Baca juga: Najwa Shihab Nampak Sempurna di Depan Kamera, Sang Jurnalis Akui Punya Cela, Tak Bisa Lakukan Ini
Najwa tiba di Aceh pada hari-hari pertama bencana, menjadi saksi mata kedahsyatan musibah itu, berada di tengah tumpukan mayat yang belum terurus, dan menjadi saksi pula betapa pemerintah tidak siap menghadapinya.