Breaking News:

Wagub NTT Letak Batu Pertama Pembangunan Rumah Susun di Seminari Mataloko, Ini Tujuannya

Wagub NTT Letak Batu Pertama Pembangunan Rumah Susun di Seminari Mataloko, Ini Tujuannya

Keterangan Gambar: POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI/
Wakil Gubernur NTT, Yoseph Nae Soi melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah susun di Seminari Matakoko, Rabu (5/5/2021).  

Wagub NTT Letak Batu Pertama Pembangunan Rumah Susun di Seminari Mataloko, Ini Tujuannya
  
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | BAJAWA-Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Yoseph Nae Soi melakukan kegiatan peletakan batu pertama pembangunan rumah susun di Seminari Santo Yohanes Berkmans Todabelu Mataloko, Rabu (5/5/2021).

Hadir dalam kegiatan peletakan batu pertama tersebut yaitu Wakil Bupati Ngada, Raymundus Bena, Ketua DPRD Ngada Bernandinus Dhey Ngebu, Dandim 1625/Ngada Letkol Czi Luqman Nur Hakim, Preses Seminari Mataloko Romo Gabriel Idrus Pr, dan Kepala Balai Yublina D. Bunga, ST, MT serta undangan lainnya.

Bntuan rumah susun tersebut bersumber dari Kementerian PUPR, Direktorat Jendral Perumahan Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Wilayah NTT II sebesar Rp. 14,7 miliar lebih. Anggaran tersebut bersumber dari APBN tahun anggaran 2021.

Wakil Gubernur NTT, Yoseph Nae Soi mnegatakan bahwa, program dari pemerintah provinsi NTT yakni sekolah-sekolah yang ada ditingkat SMA harus berasrama. Karena di asrama orang dapat berinteraksi, berinterelasi, dan memiliki waktu yang cukup untuk melakukan introspeksi terhadap dirinya.

"Kalau tidak ada asrama tidak mungkin, mau tidak mau, suka tidak suka harus memiliki asrama. Anak-anak kita harus tinggal di asrama," ungkapnya.

Wabub mengatakan, asrama merupakan tempat dimana orang saling interaksi dan tempat dimana orang melakukan sesuatu untuk merefleksikan dirinya secara kritis atas dirinya sendiri kemudian dia akan melakukan pembelajaran tentang apa itu hidup dan apa itu kehidupan.

"Oleh karena itu, kedepan kita bersama baik itu pemerintah pusat, daerah, dan provinsi, kita bersama memajukan pendidikan di NTT ini dengan mengasramakan anak-anak kita," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Balai Penyedia Perumahan Provinsi NTT Yublina D. Bunga mengungkapkan bahwa pembangunan rumah susun di Seminari Santo Berkhmans Todabelu Mataloko rencananya akan dibangun dengan tipe 24 yang terdiri dari tiga lantai dengan total hunian sebanyak 43 unit, dan total anggaran senilai Rp. 16,7 miliar lebih.

"Rinciannya pengerjaan fisik sebesar Rp. 14,7 miliar. Kemudian manajemen konstruksinya Rp. 890 juta lebih, dan mebelernya Rp. 1,1 miliar lebih. Jadi rumah susun ini sudah lengkap sehingga ade-ade bisa langsung masuk ke rumah susun ini," jelasnya.

Yublina mengungkapkan, pengerjaan proyek rumah susun di Seminari Santo Berkmasn Todabelu Mataloko tersebut juga dilengkapi dengan jaringan listrik dan Power Suplay Unit (PSU) sehingga siap dimanfaatkan.

Yublina berharap, rumah susun tersebut dapat dimanfaatkan dan dipelihara serta dikelola dengan sebaik-baiknya. Demikian pula kepada para peserta didik sebagai calon penghuni rumah susun agar setelah pembangunan selesai bisa merawat dan menjaga rumah susun berserta fasilitasnya sebagaimana merawat rumah sendiri.

Baca juga: Viral, Presiden BJ Habibie Sebut Gereja Tempat Menenangkan Saat Bersedih, Tempat Mengadu Tuhan

"Saya juga berpesan kepada adek-adek supaya belajar hidup bersama dengan toleransi yang tinggi antar sesama penghuni rumah susun," ungkapnya. (mm)

Baca juga: Ini Alasan Bos Arema FC Agar Regulasi 4 Slot Pemain Asing Dipertahankan saat Liga 1 2021, Info

Wakil Gubernur NTT, Yoseph Nae Soi melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah susun di Seminari Matakoko, Rabu (5/5/2021). 
Wakil Gubernur NTT, Yoseph Nae Soi melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah susun di Seminari Matakoko, Rabu (5/5/2021).  (Keterangan Gambar: POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI/)
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved