Breaking News:

Dorong Digitalisasi, BI Gelar Semarak QRIS NTT

Kantor Perwakilan Bank Indonesia ( KPw BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar kegiatan Semarak QRIS NTT

Penulis: F Mariana Nuka | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Kegiatan Semarak QRIS NTT hari pertama diawali dengan meluncurkan Komunitas QRIS di Kota Kupang dan Talkshow Wanita dengan tema Panen Rupiah ala Kartini Zaman Now, Kamis (6/5/2021) pagi. 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Guna mendorong kesadaran pentingnya digitalisasi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia ( KPw BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar kegiatan Semarak QRIS NTT. Salah satu kegiatan utama yang dilakukan adalah Talkshow Wanita dengan tema Panen Rupiah ala Kartini Zaman Now, Kamis (6/5/2021) pagi.

Dialog tersebut dihadiri oleh Account Officer Bank Pundi sekaligus Pemilik Gerai Buah ARB, Santi Afriyantika; Distrik Manager LinkAja di NTT Hirawan Wibisana; dan Pemilik GS Organik Gestianus Sino.

Dalam kesempatan itu, Santi bercerita bagaimana dia ingin mengaktualisasi diri yang suka berbisnis. Dengan bekerja, dia bisa memiliki kebebasan finansial. Shanti mengaku sudah menggunakan QRIS. Pastinya, karena berjualan secara online, QRIS mempermudah dia untuk mengurangi kontak langsung dengan pembeli.

"Lebih menguntungkan dan praktis," katanya dalam acara tersebut.

Baca juga: Sidak di Peternakan Ayam, Dinas PKH Pastikan Stok Ayam di Labuan Bajo Aman

Baca juga: Baru 10 Persen Vaksinasi, Pemerintah Kota Kupang Kejar Vaksinasi Bagi Masyarakat Umum

Selanjutnya, Hirawan mengaku LinkAja hadir untuk membantu memfasilitasi UMKM yang belum memiliki sistem keuangan yang bagus. LinkAja pun ingin fasilitasi untuk mulai digitalisasi. Dia memastikan LinkAja dapat dipakai membayar di aplikasi lainnya melalui QRIS.

"QRIS itu bisa digunakan sebagai sarana transaksi, khususnya pelaku usaha. Jadi terhindar dari uang palsu dan uang langsung masuk ke rekening," ungkap Hirawan.

Sementara itu, Gestianus yang aktif dalam pertanian organik ini mengaku mengubah pola penjualan dari yang dulu secara langsung menjadi online. Bekerja sama dengan Kementerian Desa, dia telah memiliki toko online GS Organik dan pembayaran dilakukan salah satunya melalui QRIS.

KPW BI NTT bersinergi dengan PJSP menyelenggarakan kegiatan Semarak QRIS NTT pada bulan Mei hingga Juni 2021 mendatang. Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Daniel Agus Prasetyo berharap, kegiatan tersebut dapat mendorong akselerasi implementasi transaksi non tunai serta elektronifikasi transaksi pemerintah daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Daniel menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan Semarak QRIS NTT diantaranya adalah kampanye/publikasi, edukasi/talkshow dan promo experience penggunaan QRIS. Hari pertama ini diluncurkan pula Komunitas QRIS diantaranya Komunitas Kuliner Kampung Solor, Komunitas Penjahit Kampung Solor, Komunitas Jawa-K2S Kota Kupang, Komunitas Lantamal VII Kupang-Layanan Kesehatan (RS dan Klinik) serta Komunitas Hindu Kota Kupang.

Baca juga: Polres Ngada Bentuk 5 Pos Pengamanan dan 3 Pos Pelayanan Publik Selama Operasi Ketupat

Baca juga: PLN Gelar Kompetisi Inovasi PLN, Total Hadiah Rp 1 Miliar

"Transformasi digital telah mengubah konsep bagaimana proses bisnis dilaksanakan; bagaimana perusahaan berinteraksi; dan bagaimana konsumen mendapatkan layanan, informasi, dan barang. Adanya perubahan perilaku masyarakat dan dunia usaha ke arah digital menuntut kami dari BI pun berinovasi merespons perubahan-perubahan tersebut," kata Daniel.

Lebih lanjut, Daniel menyenut bahwa BI mendukung upaya bersama dalam mengakselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan nasional melalui langkah-langkah percepatan digitalisasi sistem pembayaran. Langkah-langkah tersebut antara lain mendorong akselerasi digitalisasi keuangan melalui QR Code Indonesian Standard (QRIS) sekaligus mendorong kesuksesan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GBBI),  mempersiapkan fast payment 24/7 pembayaran ritel menggantikan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) guna mempercepat penyelesaian transaksi, mendorong digitalisasi perbankan melalui standardisasi Open Application Programming Interfaces (Open API), dan terus mendorong elektronifikasi transaksi keuangan daerah.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved