Baru 10 Persen Vaksinasi, Pemerintah Kota Kupang Kejar Vaksinasi Bagi Masyarakat Umum
Baru 10 persen vaksinasi, Pemerintah Kota Kupang kejar vaksinasi bagi masyarakat umum
Baru 10 persen vaksinasi, Pemerintah Kota Kupang kejar vaksinasi bagi masyarakat umum
POS-KUPANG.COM | KUPANG -Pemerintah Kota Kupang terus mengejar ketertinggalan dari jumlah vaksin yang diberikan kepada masyarakat umum sebesar 10 persen menjadi 60 persen hingga bulan Mei 2021 ini.
Penegasan ini dikatakan wakil walikota Kupang, Hermanus Man, yang menyebutkan adanya angka positif sebanyak 30 persen melalui hasil pemeriksaan dan diindikasikan penyebaran covid-19 skala lokal masih sangat tinggi.
"Masih ada ribuan lansia dan publik lainnya yang belum divaksinasi yang ditargetkan dalam bulan Mei ini 60 persen," tambahnya, Rabu (5/5/2021).
Baca juga: Polres Ngada Bentuk 5 Pos Pengamanan dan 3 Pos Pelayanan Publik Selama Operasi Ketupat
Baca juga: PLN Gelar Kompetisi Inovasi PLN, Total Hadiah Rp 1 Miliar
Merespon hal ini, Kepala dinas Kesehatan Kota Kupang, Retnowati melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Sri Wahyuningsih, mengajak masyarakat agar dapat mendatangi petugasan kesehatan di fasilitas kesehatan (faskes) terdekat untuk menerima vaksin sebagai langkah pencegahan covid-19.
Sri mengungkapkan, saat ini persediaan stok vaksin yang dimiliki dinas kesehatan Kota Kupang sebanyak 1.313 vial vaksin..
"Vaksin Sinovac sebanyak 319 vial dan Astra Zeneca sebanyak 994 vial, dengan sasaran sebanyak 20.000 penerima, sudah mendapatkan vaksin sebanyak 11.600 orang belum divaksin sebanyak 9000 orang," jelasnya, Kamis (6/5/2021).
Lebih jauh, ia menyampaikan stok vaksin ini harus dihabiskan dalam minggu ke dua bulan Mei ini. Langkah ini juga ditegaskannya, bagi tenaga pendidik menjadi bagian prioritas dalam pemberian vaksin sebelum adanya rekomendasi untuk dimulainya belajar tatap muka.
Baca juga: Calon Penumpang di Pelabuhan Bolok Wajib Tauh Syarat Keberangkatan, Apa Saja?
Baca juga: 1000 Tabungan Pelajar Bank NTT Dukung Inklusi Keuangan
Ia berharap adanya kesadaran dan sikap pro aktif para guru dan masyarakat untuk mendatangi puskesmas yang menurutnya faskes tersebut selalu dibuka setiap harinya.
"Satu botol itu bisa menjangkau 10 orang, artinya satu botol itu kita bisa buka ketika para guru atau masyarakat ini sudah mencapai 10 orang baru kita gunakan, kalau datang hanya satu dua orang saja, tentu tidak bisa dibuka," pungkasnya.
Untuk diketahui, untuk mencegah penularan covid-19, Pemkot Kupang telah mengeluarkan Surat Edaran berisikan pembatasan aktivitas warga, apa lagi menjelang libur hari raya idul Fitri.
Surat Edaran bernomor 023/HK.443.1/V/2021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat untuk pengendalian penyebaran corona virus disease 2019 di Kota Kupang.
Surat yang ditandatangani walikota Kupang, Jefri Riwu Kore ini, berisikan penegasan kepada masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan/mudik saat liburan hingga 50 persen kegiatan perkantoran dan belajar diberlakukan dari tempat tinggal masing-masing.
Selain itu warung, supermarket dan pasar tradisional juga dibatasi jam operasionalnya. Untuk mendukung hal ini, Pemkot akan melakukan penertiban bersama unsur TNI/Polri, dan juga Sat Pol PP.
Pemkot Kupang juga terus menghimbau masyarakat agar terus menerapkan protokol kesehatan yang ketat dengan mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobiliasai atau berpergian, menggunakan masker dan menjauhi kerumunan. (Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi)