Breaking News:

Opini Pos Kupang

Arah dan Orientasi Pendidikan Vokasi

Kesenjangan antara dunia pendidikan dengan dunia usaha dan industri ( DUDI) semakin sulit terjembatani

Arah dan Orientasi Pendidikan Vokasi
DOK POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

Oleh John L Hobamatan, Pemerhati masalah sosial, Direktur PKBM HANDAL Kupang

POS-KUPANG.COM - Kesenjangan antara dunia pendidikan dengan dunia usaha dan industri ( DUDI) semakin sulit terjembatani. DUDI ada di tengah pusaran teknologi digital yang penuh disrupsi.

Oleh karena itu, respons yang cepat, tepat dengan penguasaan teknologi dan skill yang memadai menjadi keharusan agar DUDI adaptif dalam gelombang perubahan.

Tuntutan demikian, sulit direspons secara tepat waktu oleh lembaga pendidikan yang terus bertahan dalam konvensi dan keteraturan.

Fakta ini terasa menjadi tantangan serius dalam implementasi pendekatan link and match (taut-suai) sebagaimana diuraikan Wikan Sakarinto (Kompas, 1 Maret 2021). Kita bisa link tetapi tidak match.

Baca juga: Tidak Jadi Hijrah ke Manchester United, Cristiano Ronaldo Dikabarkan Bergabung dengan Klub Ini, Apa?

Baca juga: Pemkab dan DPRD Manggarai Sepakati Rancangan Awal RPJMD tahun 2021-2026

Taut-suai tidak mencapai titik optimal melalui terhubungnya dua dunia (pendidikan -DUDI) dalam garis korelasi yang komplementer. Yang terjadi hanya pengenalan dunia kerja berbasis teknologi. Bekal dunia vokasi adalah pengetahuan "resep" yang canggung dengan inovasi. Sebaliknya DUDI terus bereksplorasi, berinovasi untuk bisa beradaptasi.

Ada sejumlah persoalan mendasar yang seyogyanya dikaji secara mendalam dan diimplementasikan. Pertama, pemetaan jenis sekolah vokasi, standar kompetensi penguasaan iptek yang dianggap memadai pada setiap strata pendidikan. Kedua, basis ekologi pendidikan yang memungkinkan tumbuhnya interaksi secara edukatif maupun korelasi yang bersifat komplementer antara lembaga pendidikan-masyarakat-pemerintah dan lingkungan sosial.

Ketiga, implementasi pendekatan link and match (taut-suai) dengan menempatkan lembaga pendidikan sebagai basis pelayanan teknologi.

Era industrialisasi berbasis teknologi digital menuntut keahlian yang super-spesialisasi yang tidak bisa menunggu ouput pendidikan. Hal ini hanya mungkin direspons dengan perencanaan yang visioner dan integratif, terlibatnya berbagai elemen pemangku kepentingan dalam perencanaan, serta dukungan biaya yang memadai.

Baca juga: Kemenko Perekonomian dan BPJAMSOSTEK Kolaborasi Optimalkan Program Jamsostek

Baca juga: Promo Hypermart Kamis 6 Mei 2021, Promo Ramadan Sirup Marjan Rp 15.900, Kurma Segar Diskon 25 Persen

Sebagaimana disajikan harian ini (Kompas, 24 Maret 2021) banyak output pendidikan keahlian (otomotif, teknik informatika, farmasi dan keperawatan) yang diprediksi mudah memasuki pasar kerja ternyata menjadi penambah data pengangguran terbuka.

Halaman
1234
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved