Opini Pos Kupang
Arah dan Orientasi Pendidikan Vokasi
Kesenjangan antara dunia pendidikan dengan dunia usaha dan industri ( DUDI) semakin sulit terjembatani
Target ini tidak akan tercapai hanya melalui pelajaran muatan lokal. Ia harus ada dalam totalitas proses pendidikan. Mata pelajaran yang tidak memiliki relevansi dengan pendidikan keahlian juga ditingggalkan.
Lulusan vokasi hanya diproyeksikan untuk bekerja, dan berwirausaha. Jika pendidikan lanjutan dimungkinkan, harus dibatasi pada jalur vokasi sesuai bidang keahlian.
Orientasi ganda, bahkan multi-orientasi, berakibat mengurangi totalitas peserta didik untuk menekuni ilmu dan teknologi terapan pada strata pendidikan yang dijalaninya.
Rereformasi sekolah vokasi tidak bisa dilakukan sendiri oleh Kementerian Pendidikan.
Perlu ada kolaborasi dengan pihak pemerintah daerah, profesional, peneliti dan guru untuk merumuskan arah, basis penguasaan teknologi menghadapi dunia kerja.
Mengingat luas dan beragamnya permasalahan, kolaborasi dapat dimulai dengan sejumlah sekolah sebagai pilot project yang menjadi pemberi arah bagi pendidikan vokasi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ketika-jokowi-menjenguk-korban-bencana.jpg)