Breaking News:

Penyekapan Anak di TTS

YSSP Dampingi Korban Pemerkosaan dan Penyekapan di Tuapakas

YSSP dampingi korban pemerkosaan dan penyekapan di Tuapakas Kabupaten TTS

POS-KUPANG.COM/DION KOTA
FEN dan MT sedang duduk di teras kantor Yayasan Sanggar Suara Perempuan ditemani ibunya 

YSSP dampingi korban pemerkosaan dan penyekapan di Tuapakas Kabupaten TTS

POS-KUPANG.COM | SOE - Selain melaporkan kasus penyekapan dan pemerkosaan yang dialami FEN (14) dan MT (13) ke Polsek Kualin, Martha Kase, ibu FEN juga melaporkan kasus yang dialami anaknya ke Yayasan Sanggar Suara Perempuan ( YSSP) pada Rabu (5/5/2021).

Sarci Maukari, koordinasi devisi pendampingan perempuan dan anak korban kekerasan, YSSP mengatakan, usai menerima laporan tersebut, pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan Polsek Kualin terkait posisi kasus tersebut.

YSSP akan melakukan pendampingan terhadap korban selama proses hukum berjalan mulai dari tingkat Kepolisian hingga Pengadilan.

Baca juga: Larangan Mudik, Citilink Hanya Layani Kargo

Baca juga: Bupati Edi Endi Dorong Ruang Publik Pantai 75 Hektare Bagi Warga Labuan Bajo

"Kita akan segera bangun koordinasi dengan pihak kepolisian terkait posisi kasus ini sudah sampai dimana. Kita juga akan mendampingi korban selama proses hukum berlangsung," ungkap Sarci.

Pihaknya berharap, pihak kepolisian bisa segera menangkap pelaku karena dari informasi yang diperoleh diketahui pelaku sudah beberapa melakukan perbuatan yang sama.

"Kita minta agar pihak kepolisian secepatnya mengamankan pelaku karena pelaku ini informasinya sudah beberapa kali melakukan aksi serupa," pintanya.

Untuk memulihkan tromatik korban, YSSP akan memberikan konseling terhadap korban untuk pemulihan psikologi. Jika dari hasil konseling ternyata dibutuhkan psikolog, maka YSSP akan berkoordinasi dengan WVI guna menghadirkan psikolog.

Baca juga: Korban Perkosaan di Tuapakas Berharap Pelaku Segera Diamankan Polisi

Baca juga: Selama Disekap, Korban Perkosaan Hanya Diberi Makan Sekali Sehari

"Selain mendampingi proses hukum, kita juga memberikan konseling guna pemulihan psikologis korban. Jika memang dibutuhkan psikolog, maka kita akan hadirkan," terangnya.

Diberitakan sebelumnya, Nasib malang menimpa FEN anak di bawah umur yang masih berusia 14 tahun dan adik sepupunya MT (13), warga Desa oni, Kecamatan Kualin.

Halaman
12
Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved