Rabu, 20 Mei 2026

Pengungsi Afghanistan di Kupang Minta UNHCR, Pemda NTT, Selamatkan Mereka

Masalah mental menjadi hal paling rentan yang dikuatirkan dialami oleh ratusan Pengungsi Afghanistan di Kupang, Provinsi NTT.

Tayang:
POS-KUPANG.COM/NOVEMY LEO
Kubra Hasani, Farzana Husaini, Zahra Rahimi, Laila Hadari, Moheddese, Yegane, Zahra Rahimi dan pengungsi Afghanistan di Kupang saat melakukan aksi damai hari keempat di kantor IOM di Kupang, Provinsi NTT, Senin (2/5/2021). 

“IOM tidak berusaha menyelesaikan proses pemindahan kami. Mereka hanya ingin kami diam, tak bicara. Kalau melaporkan ke IOM, IOM bilang apa yang diadukan tentang gangguan kesehatan mental itu hanya candaan saja,” sesal Yagane. 

Farzana Husaini yang sedang hamil berharap IOM bisa melihat kebutuhan dan tuntutan mereka. “Kenapa kami menuntut ke IOM karena IOM yang punya kewenangan untuk urus kepindahan kami dan mengurus masalah pengungsi,” kata Hasana Husaini. 

Farzana Husaini mengatakan, jika di Kupang tidak bisa dibuatkan community house yang memungkinkan mereka bisa diproses ke nagara lain, maka IOM hendaknya bisa memindahkan mereka ke daerah yang memiliki community house. “Itu hak kami untuk bisa pindah ke community house. Kami sangat menderita dengan situasi ini,” kata Farzana Husaini.

Farzana Husaini sangat prihatin dengan nasib teman-temannya seperti Husein yang diduga mengalami masalah mental sehingga tak lagi bisa bicara selama beberaa waktu terkahir ini.

“Husein ada di Kupang Inn Hotel, tidak bisa bicara karena mengalami gangguan mental,” kata Hasana Husaini dibenarkan teman lainnya.

Melsi, pegawai Rudemin Departemen Hukum dan Ham NTT mengungjungi Husein, pengungsi Afghanistan di Kupang, Provinsi NTT, yang sedang sakit, Senin (2/5/2021).
Melsi, pegawai Rudemin Departemen Hukum dan Ham NTT mengungjungi Husein, pengungsi Afghanistan di Kupang, Provinsi NTT, yang sedang sakit, Senin (2/5/2021). (POS-KUPANG.COM/NOVEMY LEO)

PIhak IOM belum ada konfirmasi. Hingga Selasa (2/5/2021), mail yang dikirimkan Pos Kupang kepada pihak IOM sebagaimana yang diminta oleh IOM belum juga dibalas. Pihak IOM Kupang, Asni, melalui WA nya tanggal  3 Mei 2021 mengatakan, mail pos kupang sudah diteruskan. Namun karena staf yang bertugas harus dirawat di rumah sakit.

“Kami masih menunggu persetujuan pimpinan misi untuk dapat langsung memberikan feedback terhadap pertanyaan ibu. Silahkan menunggu jika masih berkenan,” tulis Asni di WA nya pagi hari.

Lalu pada siang harinya, Asni meminta Pos Kupang untuk kembali mengirimkan mail ke alamat mail yang lain. (poskupang.com, novemy leo)

  

Kubra Hasani, Hasana Husaini, Zahra Rahimi, Laila Hadari, Moheddese, Yegane, Zahra Rahimi dan pengungsi Afghanistan di Kupang saat melakukan aksi damai hari keempat di kantor IOM di Kupang, Provinsi NTT, Senin (2/5/2021).
Kubra Hasani, Hasana Husaini, Zahra Rahimi, Laila Hadari, Moheddese, Yegane, Zahra Rahimi dan pengungsi Afghanistan di Kupang saat melakukan aksi damai hari keempat di kantor IOM di Kupang, Provinsi NTT, Senin (2/5/2021). (POS-KUPANG.COM/NOVEMY LEO)
Sumber: Pos Kupang
Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved