Pengendalian Belalang di Sumba Timur - Ali Fadaq Minta Dilakukan Secara Masif
Pengendalian Belalang di Sumba Timur - Ali Fadaq Minta Dilakukan Secara Masif
Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Ferry Ndoen
Pengendalian Belalang di Sumba Timur - Ali Fadaq Minta Dilakukan Secara Masif
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/WAINGAPU -- Ketua DPRD Kabupaten Sumba Timur, Ali Oemar Fadaq meminta agar pengendalian belalang di Sumba Timur saat ini perlu dilakukan secara masif. Upaya ini diharapkan dapat menekan laju serangan belalang.
Ali Fadaq menyampaikan hal ini kepada POS-KUPANG.COM di Kantor Bupati Sumba Timur, Rabu (5/5/2021).
Ali Fadaq dimintai tanggapannya terkait hama belalang yang masih terus menyerang tanaman masyarakat.
Menurut Ali Fadaq, pengendalian yang dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Pangan Sumba Timur saat ini adalah pengendalian secara kimiawi, yakni dengan penyemprotan pestisida di titik-titik yang ada koloni belalang secara sporadis.
"Nah, sistem pengendalian ini harus diubah. Pengendalian yang dilakukan harus masif dan serentak," kata Ali Fadaq.
Dijelaskan, perlu tindakan yang luar biasa dalam upaya pengendalian belalang dan tidak bisa hanya secara sporadis, melainkan harus masif.
"Kenapa saya katakan pengendalian harus dikerjakan secara masif, karena kita tahu belalang ini hama yang selalu migrasi. Jika kita kendalikan di satu wilayah, maka belalang ini tentu bisa pindah ke wilayah lain. Karena itu, tidak ada cara lain selain pengendalian secara masif," jelasnya.
Ditanyai soal anggaran untuk pengendalian belalang, Ali Fadaq yang juga Ketua Harian DPD Partai Golkar Sumba Timur ini mengatakan, untuk pengendalian hama itu, Pemerintah Sumba Timur masih memiliki dana tidak terduga yang tentu bisa digunakan untuk pengendalian belalang.
"Saya pikir pemerintah masih ada biaya tidak terduga yang bisa dimanfaatkan untuk pengendalian hama ini, termasuk juga kalau ada hama lainnya," ujar Ali Fadaq.
Untuk diketahui, saat ini serangan belalang ada di wilayah barat Sumba Timur, yakni di Kecamatan Lewa Tidahu dan Lewa, kemudian di Kecamatan Umalulu dan Kahaunga Eti.
Baca juga: Begini Suasana H-1 Larangan Mudik, Prediksi Penumpang Mudik di Bandara El Tari 2.200 Penumpang
Baca juga: Wow, Ini Jadi Alasan Jose Mourinho Mau Jadi Pelatih AS Roma Setelah Didepak Hotspur ? Info Sport
Tim Brigade Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Sumba Timur sedang melakukan pengendalian di lapangan. *)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/penyaluran-bst-di-sumba-timur-ali-fadaq-sebut-pemerintah-lakukan-gol-bunuh-diri.jpg)