Rabu, 6 Mei 2026

Gempa di Flotim dan Lembata

Gempa Guncang Flotim dan Lembata, BPBD NTT Imbau Warga Tetap Tenang dan Waspada 

Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 4,7 mengguncang wilayah Kabupaten Flores Timur pada Kamis (9/4/2026) pukul 00.17.45 Wita.

Tayang:
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Apolonia Matilde
POS-KUPANG.COM
KERUSAKAN - Tampak rumah warga di Kabupaten Flores Timur mengalami kerusakan akibat gempa bumi yang melanda, Kamis, (9/4/2026) pagi. 

Ringkasan Berita:
  • Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 4,7 mengguncang wilayah Kabupaten Flores Timur pada Kamis (9/4/2026) pukul 00.17.45 Wita.
  • Guncangan yang berlangsung selama 2 hingga 4 detik tersebut dirasakan cukup kuat oleh masyarakat dan menyebabkan kerusakan serta korban luka.
  • Episenter gempa berada di laut, sekitar 21 kilometer tenggara Larantuka dengan kedalaman 5 kilometer.
  • Kepala BPBD NTT menyampaikan imbauan penting kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi gempa susulan.

 


Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

 

POS-KUPANG.COM, KUPANG – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 4,7 mengguncang wilayah Kabupaten Flores Timur pada Kamis (9/4/2026) pukul 00.17.45 Wita. 

Guncangan yang berlangsung selama 2 hingga 4 detik tersebut dirasakan cukup kuat oleh masyarakat dan menyebabkan kerusakan serta korban luka.

Episenter gempa berada di laut, sekitar 21 kilometer tenggara Larantuka dengan kedalaman 5 kilometer. Berdasarkan laporan sementara hingga pukul 08.00 Wita, dampak gempa dirasakan di tiga desa, yakni Desa Terong dan Desa Lamahala di Kecamatan Adonara Timur, serta Desa Motonwutun di Kecamatan Solor Timur.

Data sementara mencatat sebanyak lima orang warga mengalami luka berat dan sepuluh orang lainnya mengalami luka ringan. Selain itu, sekitar 264 unit rumah warga dan sejumlah fasilitas umum dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat bervariasi.

Kepala BPBD Provinsi NTT, Mahadin Sibarani, menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan intensif melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) serta berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Flores Timur untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal.

“Penanganan darurat harus dilakukan secara cepat, tepat, dan akurat agar kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi,” ujarnya, Kamis (9/4/2026). 

Ia juga menyampaikan imbauan penting kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi gempa susulan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Jika terjadi gempa susulan, segera menuju tempat terbuka yang aman, menjauhi bangunan yang berpotensi roboh, serta selalu mengikuti arahan resmi dari petugas,” katanya.

Saat ini, BPBD Kabupaten Flores Timur telah berada di lokasi terdampak untuk melakukan berbagai langkah penanganan, mulai dari pendataan korban dan kerusakan, pemantauan lapangan, pendirian tenda pengungsian, hingga pendistribusian bantuan logistik bagi warga.

Pemerintah daerah bersama BPBD terus berupaya mempercepat penanganan darurat sekaligus memastikan keselamatan masyarakat di wilayah terdampak.

Kepala BPBD Kabupaten Lembata Andris Koban melaporkan gempa bumi itu turut berdampak pada salah satu Desa di Kabupaten Lembata. Meski begitu, ia mengaku tidak ada kerusakan yang parah dan korban jiwa. 

"Lembata hanya rusak bbrapa titik talud Laut di Desa Babokerong Kec Nagawutung. Taludnya juga sudah lama rusak oleh hempasan gelombang," ujarnya. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved