Jumat, 29 Mei 2026

Mengejutkan, Setelah Munarman Ditangkap, Densus 88 Tangkap Lagi 3 Pentolan FPI di Makassar, Siapa?

Setelah menangkap mantan Sekretaris Umum FPI, Munarman, kini Densus 88 Anti-Teror Polri meringkus lagi tiga pentolan FPi di Makassar Sulawesi Selatan.

Tayang:
Editor: Frans Krowin
Tribunnews.com
Mantan Sekretaris Umum FPI, Munarman ditangkap Densus 88 Anti-Teror Polri atas dugaan tindak pidana terorisme. Munarman ditangkap di kediamannya, Selasa 27 April 2021 sore. 

POS-KUPANG.COM - Setelah menangkap mantan Sekretaris Umum FPI (Front Pembela Islam), Munarman, kini Densus 88 Anti-Teror Polri meringkus lagi tiga pentolan FPi di Makassar. 

Tiga pentolan FPI yang ditangkap tersebut merupakan mantan petinggi Front Pembela Islam di Makassar, Sulawesi Selatan (Selatan).

Diduga penangkapan ketiganya terkait kasus yang menjerat eks Sekretaris Umum DPP FPI Munarman yang kini kasusnya sedang ditangani Densus 88 Anti-Teror Polri.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes E Zulpan membenarkan penangkapan yang dilakukan Densus 88 Antiteror Polri tersebut.

"Ada tiga (eks) petinggi FPI yang ditangkap di Makassar," kata Zulpan, Selasa 4 Mei 2021 dilansir dari kompas.tv.

Zulpan menjelaskan, penangkapan terhadap ketiga mantan petinggi FPI tersebut diduga ada keterlibatan dengan kasus yang menjerat Munarman.

Saat ini, semuanya masih menjalani proses pemeriksaan.

"Mereka punya jabatan strategis (di FPI), infonya ada panglima dan bahkan ketua. Terkait pengembangan kasus Munarman," kata Zulpan.

Walaupun demikian, Zulpan belum dapat merinci lebih jauh ihwal keterlibatan ketiga mantan petinggi FPI yang ditangkap tersebut.

Selain mengamankan ketiga orang tersebut, Tim Densus 88 juga melakukan penggeledahan di bekas markas FPI yang berada di Jalan Sungai Limboto, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar pada Selasa 4 Mei 2021.

Dilansir dari tribuntimur.com, bekas sekretariat FPI Kota Makassar yang digeledah Tim Densus 88, telah dialihfungsikan menjadi posko relawan atau bantuan bencana alam.

Pengalihfungsian markas tersebut seiring dengan pembubaran Front Pembela Islam (FPI) oleh pemerintah, 30 Desember 2020 lalu.

Terlihat dari spanduk yang ditempel di tenda depan sekretariat. Bertuliskan, "Solidaritas Masyarakat Makassar Peduli Bencana".

Warga sekitar markas mengatakan, aktifitas sekretariat itu menjadi posko relawan atau penyalur bantuan, terakhir kali saat Gempa 6,5 Magnitude mengguncang Sulawesi Barat.

"Terkahir waktu bencana gempa di Mamuju, (setelah itu) tidak pernah mi lagi ada (aktifitas)," kata seorang warga, Isfak.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved