Breaking News:

Mantan Ketua DPRD TTS Ditahan

Ketua DPD Nasdem Kabupaten TTS, Enggan Berkomentar Soal Penahanan Jean Neonufa, Ini Alasannya

penahanan Jean Neonufa oleh Penyidik Polres TTS. Dirinya mengaku ikut prihatin dengan kasus yang menjerat koleganya tersebut. 

POS-KUPANG.COM/DION KOTA
Ketua DPD Nasdem kabupaten TTS, Jhony Army Konay 

Ketua DPD Nasdem Masih Enggan Berkomentar Soal Penahanan Jean Neonufa, Ini Alasannya

POS-KUPANG.COM | SOE --  Ketua DPD Nasdem kabupaten TTS, Jhony Army Konay masih enggan berkomentar terkait penahanan Anggota DPRD TTS dari Fraksi Nasdem, Jean Neonufa yang sudah berstatus sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelecahan seksual terhadap DLS, warga Kota Soe.

Dirinya baru akan berkomentar dan bersikap jika sudah mengantongi surat penahanan terhadap Jean Neonufa.

"Sampai saat ini saya belum mendapatkan laporan terkait penahanan Jean Neonufa oleh Polres TTS. Kalau saya sudah dapatkan surat penahan beliu, baru saya bisa komentar. Surat penahanan itu bisa menjadi dasar ketika saya berkomentar. Karena ini juga menyangkut nama lembaga," ungkapnya kepada Pos-Kupang. Com, Selasa 4 Mei 2021.

Terpisah, Ketua Fraksi Nasdem DPRD TTS, Hendrik Babys mengaku baru mendapatkan informasi terkait penetapan status tersangka dan penahanan Jean Neonufa oleh Penyidik Polres TTS. Dirinya mengaku ikut prihatin dengan kasus yang menjerat koleganya tersebut. 

Baca juga: Mantan Ketua DPRD TTS, Jean Neonufa Resmi Jadi Tersangka Dalam Kasus Dugaan Pelecehan Seksual

Dirinya menghormati proses hukum yang sementara berjalan dan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. 

Jean Neonufa, anggota DPRD Kabupaten TTS Fraksi Nasdem
Jean Neonufa, anggota DPRD Kabupaten TTS Fraksi Nasdem (POS KUPANG.COM/ISTIMEWA)

Selaku ketua Fraksi, dirinya akan melaporkan hal tersebut kepada Partai sehingga bisa secepatnya mengambil sikap.

Pasalnya selain sebagai anggota DPRD Kabupaten TTS, Jean juga menduduki jabatan wakil ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD TTS. Oleh sebab itu, dirinya akan mengusulkan agar posisi Jean di BK bisa segera dilakukan pergantian sehingga tidak lowong. 

Mengingat saat ini dari lima anggota BK, hanya tersisa tiga, satu berhalangan tetap karena meninggal sedangkan satunya lagi (Jean) sedang tersangkut kasus hukum.  

"Saya akan Segera laporan hal ini ke partai sehingga bisa segera diambil sikap. Saya prihatin turut prihatin dengan kasus yang menjerat pak Jean," ujarnya.

Baca juga: Jean Neonufa Diperiksa BK DPRD TTS, Terkait Kasus Pelecehan Seksual

Diberitakan sebelumnya, Anggota DPRD TTS dari Fraksi Nasdem yang juga mantan ketua DPRD TTS periode 2014-2019, Jean Neonufa resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelecehan seksual dengan korban DLS, warga Kota Soe. Hal ini dilakukan setelah penyidik mengantongi dua alat bukti dalam kasus tersebut.

Jean sendiri menjalani menjalani pemeriksaan dengan menyandang status sebagai tersangka pada Senin 3 Mei 2021.

Usai diperiksa, pria yang juga menjabat sebagai wakil ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD TTS ini, langsung ditahan penyidik. (Laporan Reporter Pos-Kupang.Com, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved