Breaking News:

Berkoar Siap Lawan TNI dan Polri Tapi Nyali Kecil , Tak Mau Pemerintah Kerahkan Pasukan Besar

Hal in dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata ataau KKB Papua. Kelompok orang yang menebar teror di Papua ini berkoar-kora menantang dan siap berperan

(Istimewa/Antara)
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua (Istimewa/Antara) 

POS KUPANG.COM -- Baru ada di dunia kelompok bersenjata memberi syarat pada musunya dalam pertempuran

Hal in dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata ataau KKB Papua. Kelompok orang yang menebar teror di Papua ini berkoar-kora menantang dan siap berperang degan TNI dan Polri

Namun anehnya, mereka memberi syarat kepada TNI dan Polri jangan kerahkan pasuka dalam jumlah besar dan harus gunakan senjata ringan biasa saja

Berbicara tentang menebar ketakutan di masyarakat dan mengancam TNI-Polri , KKB memang jagonya.

Tapi, ketika pemerintah ingin melakukan sebuah operasi besar untuk menumpas keberadaan mereka, reaksi mereka selalu bertolak belakang.

Acap kali mereka mengemis memohon-mohon agar pemerintah Indonesia tidak melakukan operasi militer di tanah Papua.

Belum lagi mereka juga kadang harus sampai memohon-mohon saat mendapat serbuan warganet Indonesia.

Baca juga: TNI Siapkan 400 Personil Pasukan Setan Yovif 315/Garuda Hancurkan KKB Papua yang Jadi Teroris

Baca juga: Kapolri Perintahkan Terus Kejar KKB di Papua, Negara Tidak Boleh Kalah!

Baca juga: 2 Kendala Ini Penyebab Aparat Keamanan Masih Sulit Menangkap Anggota KKB di Papua

Ilustrasi KKB Papua
Ilustrasi KKB Papua (via intisari.grid.id)

 

 

KKBsendiri kini sudah dinyatakan sebagai organisasi teroris oleh pemerintah Indonesia, seperti disampaikan olehi Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.

Mahfud menilai bahwa masifnya aksi kekerasan yang dilakukan KKB, yang tidak jarang melibatkan pembunuhan, sudah cukup menjadi alasan pemerintah menerapkan mereka sebagai kelompok teroris.

"Sejalan dengan itu semua dengan pernyataan-pernyataan mereka itu maka pemerintah menganggap bahwa organisasi dan orang-orang di Papua yang melakukan kekerasan masif di kategorikan sebagai teoris," tutur Mahfud dalam konferensi pers yang tayang di kanal YouTube Kemenko Polhukam , Kamis (29/4/2021).

Halaman
123
Editor: Alfred Dama
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved