Breaking News:

Sumba Timur Masih Zona Merah Malaria

Kabupaten Sumba Timur saat ini masih menjadi wilayah zona merah dalam kasus malaria dan juga demam berdarah dengue ( DBD)

POS-KUPANG.COM/OBY LEWANMERU
Kepala Dinas Kesehatan Sumba Timur, dr. Chrisnawan Try Haryantana 

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU -- Kabupaten Sumba Timur saat ini masih menjadi wilayah zona merah dalam kasus malaria dan juga demam berdarah dengue ( DBD). Saat ini tidak ada kasus meninggal dunia.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur, dr. Chrisnawan Try Haryantana, Senin (3/5/2021)

Menurut Chrisnawan, Kabupaten Sumba Timur saat ini masih menjadi salah satu daerah dengan kasus malaria atau masih zona merah.

"Jika kita lihat, maka di Pulau Sumba ini Sumba Timur termasuk salah satu kabupaten yang berkontribusi pada kasus malaria. Sumba ini juga sebagai daerah yang berkontribusi kasus malaria di Provinsi NTT," kata Chrisnawan.

Baca juga: Kodim 1618/TTU Melepas Keberangkatan 8 Taja Prabinsa ke Yon Zipur dan Kompi Kavaleri

Baca juga: Lomba Nyanyi Solo di Hardiknas, Patrisia Raih Juara Pertama

Dijelaskan, kasus malaria ini juga menjadi salah satu perhatian pemerintah karena kasusnya cukup tinggi.

"Saat ini ada tiga daerah di Sumba yang tinggi kasus malaria, yakni di Sumba Barat Daya, Sumba Barat dan Sumba Timur. Sedangkan Sumba Tengah sudah jadi zona kuning atau kasus malaria mulai landai," katanya.

Dikatakan, di Sumba insiden parasit masih tinggi sehingga belum bisa mengeliminasi kasus.
Prinsipnya kasus yang ada diobati hingga sembuh.

"Jadi apabila ada yang sakit, ditemukan maka harus diobati hingga tuntas, kemudian pengendalian vektor dan mekanisme yang lain. Jika vektor tidak ada maka kasusnya juga tidak ada," katanya.

Baca juga: Kode Redeem ML Besok 4 Mei 2021, Segera Tukar Kode Redeem Mobile Legends Terbaru

Baca juga: Meski Masih Sakit, Marc Marquez Kalahkan Rossi di GP Spanyol, The Doctor Tak Disorot Kamera

Dia mengatakan, pihaknya selalu melakukan sosialisasi tentang pencegahan malaria mulai dari tingkat Dinas Kesehatan sampai di puskesmas-puskesmas.

"Bahkan,kalau di puskesmas ,petugas tidak menunggu kasus, tapi selalu melakukan deteksi dini dan apabila ditemukan maka langsung diobati," ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Berita Sumba Timur

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved