Breaking News:

Kadis Dikbud NTT, Linus Lusi : Klaster Seminari BSB Kabupaten Sikka Jadi Catatan Dunia Pendidikan 

para siswa, guru dan karyawan di Seminari BSB Maumere mengikuti pemeriksaan rapid antigen selama dua hari

POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Linus Lusi 

Kadis Dikbud NTT, Linus Lusi : Klaster Seminari BSB Kabupaten Sikka Jadi Catatan Dunia Pendidikan 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Klaster sekolah muncul di Kota Maumere, ibukota Kabupaten Sikka setelah 167 siswa Seminari Bunda Segala Bangsa terkonfirmasi positif Covid-19.

Berdasarkan keterangan Kepala Seminari Bunda Segala Bangsa Maumere, Romo Felix Pr, jumlah tersebut terdiri dari 98 siswa SMA dan 69 siswa SMP. Selain siswa, Romo Felix Pr juga menyebut sebanyak 7 tenaga pendidik atau guru dan kependidikan juga terkonfirmasi positif Covid-19.

Hasil tersebut diperoleh setelah para siswa, guru dan karyawan di Seminari BSB Maumere mengikuti pemeriksaan rapid antigen selama dua hari, yakni Rabu 28 April 2021) dan Kamis 29 April 2021 di Seminari BSB.

Baca juga: Seminari Bunda Segala Bangsa Menggelar Rapat, Orangtua Siswa Harapkan Ada Sanksi dari Sekolah

"Semua yang terkonfirmasi sudah menjalani karantina di rumah Seminari BSB dibawah koordinasi gugus tugas Covid-19 Kabupaten Sikka dan Dinkes Kabupaten Sikka serta BPBD Kabupaten Sikka," terang Romo Felix melalui keterangan persnya kepada POS-KUPANG.COM, Jumat 30 April  pagi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT Linus Lusi menyebut, peristiwa yang terjadi di Seminari Bunda Segala Bangsa Maumere itu menjadi dunia pendidikan di tengah upaya sekolah tatap muka terbatas yang akan dilaksanakan. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT Linus Lusi bersama Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT Muhammad Ansor, anggota Komisi V dr. Christian Widodo, Kepala Laboratorium Biokesmas Provinsi NTT dr. Dr.  Fima Inabuy dan Kepala SMAN 5 Kupang Veronika Wawo dan tim foto bersama setelah launching program Surveilans Sekolah bebas COVID-19 di sekolah itu, Rabu (28/4/2021) pagi.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT Linus Lusi bersama Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT Muhammad Ansor, anggota Komisi V dr. Christian Widodo, Kepala Laboratorium Biokesmas Provinsi NTT dr. Dr. Fima Inabuy dan Kepala SMAN 5 Kupang Veronika Wawo dan tim foto bersama setelah launching program Surveilans Sekolah bebas COVID-19 di sekolah itu, Rabu (28/4/2021) pagi. (POS-KUPANG.COM/RYAN NONG)

"Klaster yang terjadi di Seminari menjadi catatan dan perhatian dunia pendidikan kita," ujar Linus Lusi saat dihubungi POS-KUPANG.COM, Minggu, 2 Mei 2021. 

Ia menganjurkan agar para siswa dan tenaga kependidikan yang terpapar Covid-19 agar ditangani secara baik sesuai dengan prosedur penanganan Covid-19 yang berlaku.  

"Untuk klaster sekolah ini, kita menganjurkan lewat kepala sekolah dan pengawas untuk melakukan karantina," tambah dia.

Live Streaming Kompas TV Siang, Lanjutan Kasus Paksa Adik Kelas Sentuh Kotoran Manusia dengan Lidah, Rabu (26/2/2020).
Live Streaming Kompas TV Siang, Lanjutan Kasus Paksa Adik Kelas Sentuh Kotoran Manusia dengan Lidah, Rabu 26 Februari 2020. (Kompas TV/capture)

Linus juga menganjurkan agar pihak sekolah terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk penanganan lebih lanjut agar dapat mencegah penularan sekaligus menangani para siswa yang terpapar agar lekas sembuh. 

Baca juga: Misa Rekonsiliasi Akhiri Musibah Feses di SMP Seminari Bunda Segala Bangsa Maumere

Halaman
12
Penulis: Ryan Nong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved