Usai Bertengkar Dengan Istri, Ananda Reven Ditemukan Tewas Gantung Diri
Kasus orang meninggal gantung diri terjadi di RT 03/RW 02, Dusun I Oepula, Desa Kauniki, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang
Penulis: Edy Hayong | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | KUPANG--Kasus orang meninggal gantung diri terjadi di RT 03/RW 02, Dusun I Oepula, Desa Kauniki, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, Minggu (2/5) sekitar Pukul 01.00 Wita dini hari.
Korban dalam kasus gantung diri ini adalah Ananda Reven Saka'u (24) yang merupakan warga setempat. Sebelum korban ditemukan tewas diduga gantung diri, sempat bertengkar dengan sang istri, Yunita Anin (19).
Kapolres Kupang, AKBP Aldinan Manurung menyampaikan ini melalui Kapolsek Takari, I Nyoman Gurina, S.H,MH dalam keterangan polisi yang dikirim ke Pos-Kupang, Minggu (2/5/2021).
Disebutkan, kasus orang gantung diri ini terjadi Minggu ( 2/5) sekitar Pukul 01.00 Wita bertempat di dalam rumah korban yang berada di Dusun I Oepula RT 03 RW 02, Desa Kauniki, Takari. Korban bernama, Ananda Reven Saka'u dengan saksi Yunita Anin ( Istri korban ) dan Daniel Saefatu (55) warga dusun setempat.
Baca juga: Dinas PKH Mabar Akan Uji Coba Program Bantuan Bibit Babi Bagi Peternak
Baca juga: SPSI NTT Harap Pengusaha Bayar THR Pekerja
Kronologis kejadian, pada Sabtu (1/5) sekitar Pukul 19. 00 Wita Korban dengan saksi 1 (istri korban ) terjadi pertengkaran di dalam rumah. Sampai korban membanting istrinya hingga tubuh bagian belakang mengalami sakit ( keseleo ). Sehingga korban bersama istrinya pergi ke tukang urut untuk diurut.
Setelah selesai urut sekitar pukul 19.30 Wita korban bersama dengan istrinya pulang ke rumah mereka dan sekitar pukul 20.00 Wita korban bersama dengan istrinya dan anak mereka yang masih berumur 5 Bulan tidur di dalam kamar rumah mereka.
Namun sekitar pukul 01.00 Wita anak mereka menangis sehingga istri bangun untuk mencari senter dan hendak membuat susu untuk anak mereka. Pada saat istrinya menyalakan senter, kemudian melihat korban telah gantung diri di dalam kamar tidur mereka.
Baca juga: Promo Pizza Hut PHD Hingga Senin 3 Mei 2021, Termasuk Pajak Rp 150 Ribu Terima 10 Pizza
Baca juga: Heboh! Warga Pakubaun, Amarasi Timur Ditemukan Tewas di Kolam Ikan
Lalu istri korban pergi menitip anak mereka ke Nenek Skau lalu pergi ke rumah saksi Daniel Saefatu untuk memberitahu bahwa korban telah meninggal gantung diri di dalam kamar rumah mereka.
Kemudian istri korban dan saksi Daniel mendatangi TKP dan melihat korban telah meninggal gantung diri lalu istrinya dan Saksi Daniel berteriak minta tolong sehingga warga sekitar mulai berdatangan ke TKP.
Sekitar Pukul 02.00 Wita anggota Polsek Takari Bripka Abrara mendapat informasi melalui HP dari warga Desa Kauniki bahwa ada orang gantung diri di Dusun Oepula.
Atas informasi tersebut maka anggota Polsek Takari melaporkan kepada Kapolsek Takari dan langsung menghubungi Kepala Puskesmas Huebunif untuk sama - sama menuju ke TKP.
Sekitar Pukul 04.00 Wita 3 orang anggota Polsek Takari bersama dengan Kepala Puskesmas Huebunif, Anton Naisumu tiba TKP. Anggota Polsek Takari melakukan Olah TKP dan melakukan dokumentasi. Kemudian anggota dibantu dengan warga mengevakuasi korban.
Petugas puskesmas memeriksa kondisi fisik korban disaksikan oleh kerabat korban dan perangkat desa Kauniki, petugas puskesmas menyatakan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Sesuai catatan, korban tinggal di rumah pribadi korban bersama dengan istri dan anak korban. Dugaan sementara motif korban gantung diri adalah adanya masalah keluarga dengan istri korban.
Atas kejadian tersebut, keluarga korban menerima kematian korban adalah musibah dan tidak bersedia dilakukan autopsi dan tidak bersedia dilakukan proses hukum.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edy Hayong)