194 Lulusan PPG Undana Dilantik, Dr. Praptono: Guru Profesional Terus Belajar
Pihaknya menyebut, saat ini Mendikbud tengah menjalankan program merdeka belajar, sehingga tanggung jawab memenuhi ketentuan untuk menjadi guru profes
194 Lulusan PPG Undana Dilantik, Dr. Praptono: Guru Profesional Terus Belajar
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Sebanyak 194 Guru Profesional (Gr) Program Pendidikan Profesi Guru (PPG), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) dilantik dan diambil sumpah oleh Dekan FKIP Undana Dr. Malkisedek Taneo, M. Si.
Para Gr yang mengikuti pelantikan secara online sebanyak 177 orang, sementara 17 orang mengikuti pelantikan secara onsite di Auditorium Undana, Kamis 29 April 2021.
Para lulusan PPG yang dilantik tersebut, tersebar di beberapa Program Studi (Prodi), antara lain Pendidikan Guru Sekolah Dasar 134 orang, Bimbingan Konseling 16 orang, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 20 orang, Pendidikan Biologi 20 orang, Pendidikan Geografi tiga orang dan Pendidikan Kimia satu orang.
Baca juga: LP2M Undana Paparkan Base Line Survey Tekad kepada Kemendes
Mereka dikukuhkan empat rohaniawan, yakni Kristen Protestan Pdt. Yohanes Ratu, S.Th, rohaniawan Kristen Katolik Romo Yonas Kamlasi, rohaniawan Hindu Pdt. I Gusti Putra Kusuma dan rohaniawan Islam Ustaz Pobo Musariyokerto.
Hadir secara onsite, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadis PK) NTT, Linus Lusi Making, S.Pd., M. Pd; Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M. Si, Ph. D; Wakil Rektor (Warek) Bidang Akademik Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc; Warek Bidang Kemahasiswaan Dr. Siprianus Suban Garak, M.Sc; Warek Bidang Kerja Sama dan Alumni Ir. I Wayan Mudita, M. Si., Ph.D; Direktur PPS Undana, Prof. Drs. Felix Tans, M. Ed, Ph. D dan sejumlah dekan dan dosen di lingkungan Undana.
Direktur Pendidikan Profesi dan Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Dr. Praptono dalam sambutannya mengapresiasi kerja keras pimpinan Undana, dosen dan guru pamong yang telah ikut mengantarkan para guru untuk memperoleh gelar profesional.
Pihaknya menyebut, saat ini Mendikbud tengah menjalankan program merdeka belajar, sehingga tanggung jawab memenuhi ketentuan untuk menjadi guru profesional sangat diperlukan.
Baca juga: Undana Sosialisasi Pertukaran Mahasiswa Merdeka
“Karena itu, hakekat pembelajaran adalah melalui pendidikan profesi guru. Sebanyak 194 guru profesional telah dipersiapkan untuk melakukan pembelajaran berbasis masalah dan proyek,” tandas Dr. Praptono.
Pada kesempatan itu ia juga meminta para guru profesional untuk terus menerapkan seluruh ilmu yang telah diberikan para dosen.
“Guru Profesional terus tingkatkan kemampuan diri, belajar dan terus belajar. Insya Allah, tanggung jawab pemerintah akan dapat kita lakukan dengan sebaik-baiknya,” tandasnya.
Menurutnya, pengabdian guru harus terus dilanjutkan, karena Kemendikbud saat ini telah meluncurkan program guru penggerak dan sekolah penggerak.
Untuk itu, para guru juga diminta mengambil bagian dalam program tersebut.
Baca juga: Prof. Yosep jadi Guru Besar Ilmu Penyakit Tumbuhan, Rektor Undana : Proficiat dan Selamat
Dr. Paraptono juga mengingatkan para guru profesional agar meningkatkan kemampuan literasi, numerasi dan karakter sehingga semakin berkualitas guna mengejar ketertinggalan - pada proses belajar dan pembelajaran yang sempat dialami ketika sekolah online/daring.
Kadis P dan K NTT, Linus Lusi Making, S.Pd., M. Pd, dalam sambutannya menyebut, pengambilan sumpah dan pelantikan 194 guru profesional sebagai sebuah babak baru dalam dunia pendidikan, baik pendidikan dasar maupun menengah.
Menurutnya, jika berbicara tentang kompetensi maka membutuhkan kolaborasi.
“Di sektor pendidikan, tidak ada persembunyian pengetahuan, keterampilan dan skil. Para guru profesional yang dilantik adalah sebuah energi baru, yang kita dorong untuk menatap pendidikan dasar dan menengah. Sebab, kita masih tertinggal dalam tataran nasional,” ungkapnya.
Menurutnya, visi NTT Bangkit, NTT Sejahtera, sebenarnya mengedepankan SDM sebagai misi dalam pergulatan dan implementasi program.
“Kadis P dan K NTT/kabupaten/kota memiliki komitmen yang sama, sehingga bapak/ibu guru yang dikukuhkan (harus) benar-benar memiliki talenta dan meningkatkan kompetensi pribadi,” ujarnya sembari menambahkan, sekolah penggerak dalam guru bersertifikasi ke depan juga akan dievaluasi.
Kadis P dan K juga mengatakan, pemerintah khsususnya dinas pendidikan membutuhkan kritik yang membangun.
“Untuk mengkritisi setiap kebijakan pendidikan, khususnya Dinas P dan K sangat membutuhkan kritik yang edukatif guna mewujudkan restorasi pendidikan di NTT,” imbuhnya.
Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M. Si., Ph. D dalam sambutannya mengungkapkan pengambilan sumpah dan pelantikan tersebut sekaligus sebagai seremonial guna menyerahkan 194 guru profesional tersebut kepada pemerintah, dalam hal ini Dinas P dan K Provinsi NTT/kabupaten/kota.
Baca juga: Wamen PUPR John Wempi Wetipo Tinjau Kerusakan Sarpras Akibat Badai Seroja di Undana
Meskipun beberapa lulusan guru profesional juga berasal dari Bali maupun NTB, rektor mengaku bangga, bisa menyerahkan para guru profesional kepada pemerintah melalui Kadis PK NTT, Linus Lusi Making, S. Pd., M. Pd.
“Dulu, kita Provinsi Sunda Kecil. Kemudian, pada tahun 1958 menjadi Provinsi NTT, NTB dan Bali. Jadi, tidak secara kebetulan guru bersatu di bawah manajemen PPG Undana,” ungkapnya.
Dikatakan Prof. Fred, lulusan PPG telah menempuh pendidikan secara baik, sehingga pada saat ini ke-194 guru layak mendapat gelar guru profesional.
Menurutnya, profesi guru profesional tidak main-main.
“Dengan gelar profesional tersebut, para guru harus berpikir, bertindak dan bersikap secara profesional,” ujar Rektor seraya berharap kiranya para guru masih mengemban dan memikul tanggung jawab sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.
Menurut Prof. Fred, maju dan tidaknya sebuah pendidikan kerap disebabkan, dosen tidak berani mengkritisi pemerintah atau dosen justru mengkritisi hal-hal benar yang dilakukan pemerintah.
“Lebih baik mengkritisi diri sendiri apakah sudah menjalankan tugas dengan baik atau tidak daripada mengkritisi semua hal baik yang dilakukan pemerintah,” tukas Prof. Fred.
Sementara perwakilan guru PPG I Gede Putu Ekadana, S. Pd, Gr dalam pesan dan kesannya mengisahkan perjuangan yang mereka lakukan selama empat bulan amat melelahkan dan penuh tantangan.
Baca juga: Undana Peduli, Bantu Mahasiswa/i Undana Terdampak Seroja
Kendati begitu, setiap tugas dapat dikerjakan dengan lancar dan berhasil. Hal itu menurutnya, tidak terlepas dari dukungan dan motivasi semua pimpinan FKIP Undana, Prodi PPG, dosen, maupun para peserta PPG guna mencapai hasil yang baik.
“Karena itu, saya sampaikan terima kasih kepada almamater Undana, yang telah menyelenggarakan PPG dan memberi jalan dan kesempatan kepada kami pendidik di seluruh Indonesia untuk meningkatkan profesionalisme,” ujarnya sembari menyampaikan ucapan terima kasih kepada rekan-rekan sejawat guru yang telah saling membantu dan belajar bersama untuk menyandang gelar Gr dengan misi mencerdaskan kehidupan bangsa.
Putra asal Bali itu juga menyadari gelar profesional yang diperoleh harus dikembangkan sepanjang hayat guna mempertanggungjawabkan ilmu dan profesi guru. (rfl/humas undana/pol).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/undana-lantik-guru-ppg.jpg)