Breaking News:

Salam Pos Kupang

Istri Cegah Suami Korupsi

SEJUMLAH kepala daerah baik itu bupati maupun wali kota di beberapa tempat di Indonesia pada Senin (26/4) sudah dilantik gubernur

Editor: Kanis Jehola
Istri Cegah Suami Korupsi
DOK POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - SEJUMLAH kepala daerah baik itu bupati maupun wali kota di beberapa tempat di Indonesia pada Senin (26/4) sudah dilantik gubernur daerah masing-masing. Untuk Provinsi NTT, ada tiga bupati/wakil bupati dilantik Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat.

Tiga bupati/wakil bupati tersebut adalah dr. Agustinus Taolin - Aloysius Haleserens sebagai Bupati dan Wakil Bupati Belu, pasangan Simon Nahak-Louise Lucky Taolin menjadi Bupati dan Wakil Bupati Malaka serta pasangan Johanis Dade-Johanes Lado Bora Kabba sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat.

Ketiga pasangan itu merupakan hasil pilkada 9 Desember 2020. Namun, karena masih adanya gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) sehingga pelantikan baru dilakukan 26 April 2021 setelah terbitnya putusan MK.

Dengan pelantikan bupati dan wakil bupati, kita berharap pelaksanaan pembangunan di tiga wilayah tersebut segera berjalan sehingga program-program yang dulu ditawarkan kepada masyarakat saat kampanye dapat segera dieksekusi.

Baca juga: Di Manggarai Timur, Ibu Hamil Positif Covid-19 Meninggal Dunia

Baca juga: Prabowo Sedih, Sang Ponakan Letda Laut Rhesa Tri Sigar, Gugur Bersama KRI Nanggala-402, Ini Sosoknya

Mengapa program-progran tersebut segera dieksekusi, karena masa jabatan dari para bupati/wakil bupati yang dihasilkan pilkada 9 Desember 2021 ini kurang lebih hanya 3 tahun lebih atau hingga tahun 2024 mendatang.

Tentunya hal ini tidak mudah, harus dibutuhkan kerja ekstra agar semua program dapat terlaksana. Ingat, janji adalah utang dan rakyat mencatat apa-apa saja yang menjadi program dari bupati/wakil bupati terpilih.

Oleh karena itu, ketika sudah dilantik maka harus tancap gas. Sebab, jika janji-janji tersebut tidak ditepati maka rakyat akan memberi sanksi pada pilkada berikutnya.

Ada juga janji untuk tidak melakukan korupsi selama menjabat sebagai bupati/wakil bupati. Kita tentu senang dengan janji tersebut, tetapi hal itu harus diwujud-nyatakan dalam perjalanan memimpin kabupaten tersebut.

Baca juga: Simak Jadwal Terbaru THR Pensiunan 2021 PNS & TNI-Polri, Besaran Diterima dan Cara Mencairkan ?

Baca juga: Update Kode Redeem FF 28 April 2021, Buruan Klaim Kode Redeem Free Fire Terbaru dan Terlengkap

Terkait dengan korupsi ini, kita tentu senang ketika membaca Pos Kupang edisi Selasa (27/4), dimana Ketua Tim Penggerak PKK Sumba Barat Martha Benilao berharap sang suami bekerja sesuai regulasi dan tidak korupsi.

Peran istri, anak dan keluarga sangat besar dalam mencegah tindak korupsi. Seorang pejabat korupsi karena terjadi perubahan gaya hidup yang drastis ketika sudah menduduki jabatan.

Di sinilah peran istri dan anak untuk tetap pada pola hidup sederhana. Dengan itu istri dan anak sudah menyelamatkan suami atau ayah tidak masuk jeruji besi karena korupsi.

Peran istri dan anak sangat besar. Kita menyaksikan sejumlah barang-barang yang disita KPK selama ini adalah barang-barang yang diinginkan istri misalnya tas-tas branded yang dibeli di luar negeri dengan harga ratusan juta.

Selain itu anak membeli mobil bermerk dan suka gonta-ganti mobil. Semua itu adalah perubahan pola hidup setelah menjadi pejabat. Jadi peran istri dan anak sangat besar untuk mencegah korupsi. (*)

Kumpulan Salam Pos Kupang

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved