Breaking News:

Opini Pos Kupang

Mati Listrik dan Nomophobia

Bencana Badai Siklon Tropis yang melanda wilayah NTT beberapa waktu lalu menyebabkan banyak hal yang rusak dan terganggu

Mati Listrik dan Nomophobia
DOK POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

Matinya ponsel atau jaringan telepon seiring mati listrik telah membuat resah mereka yang setiap harinya sudah terbiasa hidup dengan handphone. Tidak sedikit orang yang merasa cemas akibat handphone yang tidak dapat diisi daya, maupun tidak dapat mengakses media sosial.

Mengingat di zaman digital ini semuanya serba online, sehingga padamnya listrik tentu menghambat aktivitas sebagian besar masyarakat. Tingginya kebutuhan menggunakan gawai pada masyarakat kita saat ini dapat menimbulkan berbagai gejala psikis yang kurang disadari.

Kondisi psikis yang bisa terjadi akibat seorang yang tidak bisa lepas dari gawai adalah nomophobia. Dalam ranah psikologi, nomophobia merupakan rasa takut akan kehilangan ponsel dan merasa tidak bisa jauh dari ponselnya.

Perasaan tersebut merupakan sindrom ketakutan berlebihan dan perasaan cemas yang timbul bila tidak berada di dekat ponselnya. Saat ini, sindrom nomophobia semakin hari kian banyak dialami orang. Alasan utamanya adalah karena perilaku orang saat ini memang begitu dekat dan sangat akrab dengan yang namanya ponsel.

Sebenarnya, kata Nomophobia merupakan kependekan dari no-mobile phone phobia. Kata ini pertama kali teridentifikasi di tahun 2008 oleh peneliti Inggris. Seiring dengan kemajuan teknologi, fenomena nomophobia pun semakin sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di kalangan anak muda.

Nomophobia mengacu pada perilaku menyimpang di dunia modern, serta dapat menggambarkan ketidaknyamanan dan perasaan tidak dapat lepas dari handphone, komputer dan berbagai alat komunikasi virtual yang digunakan pada lingkungannya.
Orang yang menderita nomophobia selalu hidup dalam kekhawatiran dan selalu merasa cemas dalam meletakkan ponselnya, sehingga selalu membawanya kemanapun pergi.

Penelitian terbaru dari King, Valenca, Silva, Sancassiani, Machado, & Nardi, (2014), mendefinisikan nomophobia sebagai ketakutan di era modern yang muncul ketika tidak mampu untuk berkomunikasi melalui ponsel atau internet.

Nomophobia adalah istilah yang mengacu pada koleksi dari perilaku atau gejala yang berkaitan dengan penggunaan mobile phone. Nomophobia adalah fobia situasional yang berhubungan dengan agoraphobia dan termasuk takut menjadi sakit atau takut tidak menerima bantuan segera.

Kecenderungan nomophobia (no mobile phone phobia) membuat seseorang mengalami perasaan cemas ketika jauh dari smartphone, kehabisan baterai, tidak dapat membuka sosial media atau game online, serta mengalami ringxeity.

Batasan antara nomophobia dengan ketergantungan smartphone terletak pada perasaan cemas, gelisah, dan takut ketika berada jauh dari smartphone, sedangkan ketergantungan merupakan usaha terus-menerus untuk menggunakan smartphone.

Halaman
123
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved