KRI Nanggala Hilang

KRI Nanggala 402 Belum Ditemukan Padahal Masa Kritis Sudah Lewat, Bagaimana Nasib Kri Kapal? Begini

Nasib Kapal Selam KRI Nanggala 402 yang hilang kontak sejak Rabu 21 April 2021, kini semakin mencemaskan. Pasalnya, masa kritis sudah berlalu.

Editor: Frans Krowin
ANTARA FOTO/Syaiful Arif.
Kapal selam KRI Nanggala-402 saat latihan Pratugas Satgas Operasi Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Maphilindo 2017 di Laut Jawa, Jumat (20/1). 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Nasib Kapal Selam KRI Nanggala 402 yang hilang kontak sejak Rabu 21 April 2021, kini semakin mencemaskan. Pasalnya, masa kritis sudah berlalu.

Masa kritis kapal tersebut pada pukul 03.00 Sabtu 24 April 2021 dini hari, tapi sampai dengan saat ini, kapal tersebut belum juga ditemukan.

Bahkan hingga berita ini diturunkan, belum ada tanda-tanda kalau kapal selam yang berjulukan Monster Bawah Laut tersebut akan segera ditemukan.

Baru-baru ini, Kepala Staf TNI AL Laksamana Yudo Margono mengatakan, oksigen di dalam kapal selam tersebut hanya bertahan hingga Sabtu 24 April 2021 pukul 03.00 WIB.

"Kemampuan oksigen jika kapal dalam kondisi black out, bertahan selama 72 jam. Jadi sekitar 3 hari. Artinya kalau kemarin (Rabu 21 April 2024 hilang kontak jam 3, berarti bisa sampai Sabtu jam 3. Jadi berbatah 72 jam," kata Laksamana Yudo Margono dalam jumpa pers di Lanud Gusti Ngurah Rai Bali, Kamis 22 April 2021 lalu.

Baca juga: Ketua MPR Bamsoet Harapkan Kapal Selam Nanggala 402 Bisa Segera Ditemukan, Simak Beritanya

Baca juga: TERKINI, Oksigen KRI Nanggala Habis, Kapal Selam Hilang Dalam Posisi,Pencarian Kini Bergantung Sonar

Kepala Pusat Penerangan TNI (Kapuspen TNI), Mayjen TNI Achmad Riad mengatakan, sembilan titik tersebut termasuk titik lokasi tumpahan minyak dan titik ditemukannya daya magnet yang kuat.

Jarak antara satu titik dengan titik lainnya, kata Riad, sekira 10 nautical mile.

Lokasi titik-titik tersebut, kata dia, berjarak sekitar 23 nautical mile atau 40 km dari Celukan Bawang.

"Sesuai dengan data yang kami terima sampai sore hari ini ada sembilan titik termasuk ada yang tumpahan maupun ada yang daya magnetnya sangat kuat."

"Jadi ada sembilan titik tersebar, jaraknya 23 nautical mile dari sini dan tersebar kurang lebih mungkin sekitar nautical mile luasannya. Jadi sekarang sudah ada pembagian," kata Riad saat konferensi pers pada Jumat 23 April 2021.

Saat ini, kata Riad, baik unsur TNI maupun instansi lainnya sudah mendapatkan pembagian sektor pencarian.

Namun demikian ia mengatakan sampai saat ini tim belum berhasil menemukan lokasi keberadaan kapal selam KRI Nanggala 402.

"Jadi sementara memang sampai dengan saat ini memang belum bisa ditemukan secara pasti tetapi beberapa titik ini, mudah-mudahan dengan beberapa peralatan yang ada bisa segera ditemukan atau dijejaki bahwa itu adalah posisi dari KRI Nanggala 402," kata Riad.

Pesawat pemburu kapal selam AS tiba di Bali, bantu cari KRI Nanggala 402
Pesawat pemburu kapal selam AS tiba di Bali, bantu cari KRI Nanggala 402 (Tribunnews/Malvyandie Haryad)

Baca juga: Inilah Kapal TNI AL Jadi Andalan dan Harapan Temukan Kapal Selam KRI Nanggala 402, Terbukti Hebat

Baca juga: Terbaru, Sudah Lewat 72 Jam KRI Nanggala 402 Beserta Awak Kapal Selam Belum Ditemukan, Faktanya?

Poseidon AS Ikut Mencari

Pesawat Poseidon P8 milik Angkatan Udara AS, telah tiba di Bandara Ngurah Rai Denpasar, Bali, Jumat 23 April 2021.

Armada angkatan udara milik AS itu tiba di Bali untuk ikut membantu operasi pencarian Kapal selam KRI Nanggala 402 di Perairan Bali Utara.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved