Breaking News:

Jumlah Kasus DBD di Kabupaten Ngada Tahun 2021 Hanya 39 Kasus, Simak Penjelasan Kadis Kesehatan

Jumlah Kasus DBD di Kabupaten Ngada Tahun 2021 Hanya 39 Kasus, Simak Penjelasan Kadis Kesehatan

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/GORDI DONOFAN
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada, Agustinus Naru. 

Jumlah Kasus DBD di Kabupaten Ngada Tahun 2021 Hanya 39 Kasus

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | BAJAWA-Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Ngada pada tahun 2021 sebanyak 39 kasus. Dari jumlah kasus tersebut, satu kasus dinyatakan meninggal dunia.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Agustinus Naru kepada Pos Kupang saat ditemui di ruang kerjannya, Kamis (22/4/2021).

Agustinus Naru mengatakan, jumlah kasus DBD pada tahun 2021 ini menurun jika dibandingkan pada tahun 2019 dan 2020. Jika pada tahun 2019 dan tahun 2020 jumlah kasusnya masing-masing sebanyak 247 dan 150 kasus, maka pada tahun 2021 ini hanya sebanyak 39 kasus. 

"Untuk DBD di Ngada setiap tahun alami penurunan. Dan tahun 2021 ini turun sangat signifikan hanya 39 kasus," ungkapnya.

Agustinus mengungkapkan penurunan jumlah penyakit DBD di Kabupaten Ngada pada tahun 2021 disebabkan karena pihaknya sebagai dinas teknis memberdayakan seluruh masyarakat bersama dengan unsur pemerintah ditingkat untuk bersama-sama dalam upaya untuk mencegah penyakit DBD.

Baca juga: Dua Terdakwa Kasus Korupsi Dana Penyertaan Modal PD Mutis Jaya Divonis 4 Tahun, Simak Beritanya

Dijelaskannya, menjelang pergantian tahun dari tahun 2020 ke tahun 2021, pihaknya sudah melakukan kegiatan pemantauan jentik nyamuk dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Kegiatan dalam upaya untuk mencegah tersebut melibatkan semua masyarakat.

"Dan ketika kami melakukan bersama-sama dengan masyarakat dan pemerintah ditingkat bawa, setelah kami melakukan evaluasi hasilnya efektif, terjadi penurunan jumlah kasus DBD di Kabupaten Ngada ini," ungkapnya.

Agustinus mengatakan, pemberantasan jentik nyamuk dilakukan sendiri oleh masyarakat, dimana masyarakat membersihkan lingkungan rumah masing-masing. Masyarakat dengan kesadaran terus membersihkan lingkungan rumah untuk mencegah DBD.

"Jadi kesadaran dari masyarakat untuk bersama-sama memberantas sarang nyamuk sudah tinggi. Untuk itu kita berharap agar kasus DBD di Kabupaten Ngada terus menurun dari tahun ke tahun," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Agustinus berharap masyarakat di Kabupaten Ngada agar terus membersihkan lingkungan rumahnya sehingga tidak ada sarang nyamuk.

"Karena kalau sarang nyamuk sudah tidak ada maka kita sangat yakin kasus DBD di Kabupaten Ngada turun dari tahun ke tahun," pungkasnya. (mm)

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada, Agustinus Naru.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada, Agustinus Naru. (POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI)
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved