Kapal Selam KRI Naggala Hilang Kontak

Kapal Selam KRI Nanggala 402 Harus Ditemukan Sebelum Sabtu Dini Hari,Hal Tak Diharapkan Bisa Terjadi

Semua unsur kekuatan dikerakan untuk mencari KRI Nanggala 402 milik TNI AL yang sejak Rabu 21 April 2021 dini hari di Laut Bali

Editor: Alfred Dama
ANTARA FOTO/Syaiful Arif.
Kapal selam KRI Nanggala-402 saat latihan Pratugas Satgas Operasi Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Maphilindo 2017 di Laut Jawa, Jumat (20/1). 

"Yang berangkat sudah Singapura dan Malaysia, delapan negara lainnya siap membantu," katanya.

Dikutip dari Tribunnews.com, Yudo mengungkapkan bahwa secara personel maupun materiil, kondisi KRI Nanggala-402 dalam keadaan baik sebelum dinyatakan hilang kontak.

Tak hanya itu, sertifikat kelaikan kapal selam ini pun masih berlaku hingga 25 Maret 2022 mendatang.

"Jadi kapal KRI Nanggala ini masih dalam keadaan siap, baik personel maupun materiil. Personel lengkap, materiil pun sudah mendapat surat kelayakan dari Dislaikmatal TNI AL," terang Yudo.

"Sertifikat kelaikan masih sampai tanggal 25 Maret 2022. Jadi masih layak untuk melaksanakan kegiatan operasi," tambhanya.

Kendati hilang kontak, Yudo mengungkapkan belum ada bukti autentik bahwa kapal selam buatan Jerman berkecepatan 25 knot ini tenggelam.

"Jadi sampai sekarang belum ada bukti autentik, artinya belum terdeteksi di mana posisinya, sehingga belum kita isyaratkan untuk sub-sunk (tenggelam)."

"Ini kronologis KRI Nanggala yang sampai saat ini masih dalam pencarian," beber Yudo.

Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispen AL), Marsekal Pertama Yulius Widjojono membeberkan risiko fatal jika KRI Nanggala 402 berada di kedalaman lebih dari 500 meter.

Bukan tanpa alasan, sebab KRI Nanggala-402 memiliki maksimal kedalaman 250-500 meter.

"Pabrikannya 250-500 meter. Kalau lebih dari itu cukup fatal sih ya," ungkap Yulius, Kamis (22/4/2021), dikutip dari Kompas.com.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Yudo Margono, mengatakan ada dua kemungkinan soal keberadaan KRI Nanggala-402 yang hilang sejak Rabu (21/4/2021).

Yudo menyebut bisa saja kapal selam ini berada di kedalaman 50-100 meter lantaran ditemukan tumpahan berupa oli atau minyak di lokasi hilangnya KRI Nanggala-402.

Tak hanya itu, magnometer KRI Rimau juga mendeteksi adanya daya magnet tinggi di kedalaman 50-100 meter di Perairan Bali.

"Ada kemungkinan apabila itu masih bisa melayang di kedalaman 50 sampai 100 kemungkinannya ABK-nya membuang bahan cair yang ada di situ," kata dia, mengutip Tribunnews.com.

Halaman
123
Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved