Minggu, 12 April 2026

Filipina Mulai Panas , Siapkan Kapal Perang Bakal Hadapi China, Laut China Selatan Bakal Berdarah

Pemerintah Filipina menuduh kapal-kapal itu merupakan milisi yang dikendalikan militer China yang sedang melakukan agresi ke wilayah perairan Filipina

Editor: Alfred Dama
via kontan.co.id
Kapal perang Angkatan Laut Filipina 

POS KUPANG.COM -- Sekitar 250 kapal nelayan China tiba-tiba masuk ke wilayah perairan Filipina bulan Maret 2021 lalu

Pemerintah Filipina menuduh kapal-kapal itu merupakan milisi yang dikendalikan militer China yang sedang melakukan agresi ke wilayah perairan Filipina

Tetangga Indonesia itu sampai menggerakan Angkat Lautnya untuk mengusir milisi China Sementara Pemerintah China menyeut kapal-kapal itu merupakan nelayan yang sedang berlindung dari cuaca buruk

Namun Filipina tetap mengerahkan kapal perang untuk mengusir kapal-kapal miisi

Kini Ketegangan antara China dan Filipina semakin dalam dalam beberapa pekan terakhir karena Beijing mengirim lebih banyak kapal ke perairan yang disengketakan.

Beijing mengatakan kehadiran kapal mereka di Laut China Selatan adalah normal dan sah.

Baca juga: Filipina Ancam Minta Bantuan Amerika Hadapi China di Laut China Selatan , Gegera Milisi China

Baca juga: Amerika Keluarkan Senjata Canggih dari Gudang,Ingatkan China yang Agresig Tekan Taiwan & Filipina

Baca juga: China Makin Banyak Musuh, Filipina Siapkan Pesawat Tempur untuk Hajar China di Laut China Selatan

AS, yang sudah berselisih dengan Beijing atas klaim agresifnya di Laut China Selatan, telah mengingatkan mereka tentang kewajiban perjanjiannya kepada Filipina.

Ketika wilayahnya diusik dengan kehadiran kapal-kapal China, tentu Filipina tak tinggal diam.

Filipina telah berjanji untuk "mempertahankan klaim" di Laut China Selatan terhadap Beijing dengan kapal militer.

Dia Rodrigo Duterte , Presiden Filipina , mengeluarkan peringatan bahwa negara itu akan mengirim kapal angkatan laut ke perairan yang disengketakan untuk mempertahankan klaimnya.

Langkah ini akan dilakukan setelah kapal penangkap ikan China yang beroperasi di wilayah yang dikuasai Filipina dan Beijing mengirim kapal untuk memeriksa minyak.

Duterte membuat peringatan dalam briefing yang disiarkan televisi pada hari Senin.

Melansir Express.co.uk, Rabu (21/4/2021), Duterte tahu bahwa mengirim kapal untuk memperebutkan Laut China Selatan kemungkinan akan menyebabkan kekerasan dengan Beijing

Dia berkata: "Jika kita pergi ke sana untuk menegaskan yurisdiksi kita, itu akan (menjadi) berdarah."

Presiden kemudian mengatakan kepada wartawan tentang perselisihan masa depan atas sumber daya laut akan membuat Filipina mengirim "lima kapal penjaga pantai , dan mereka dapat mengejar ... Mereka dapat bermain satu sama lain, dan melihat siapa yang lebih cepat".

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved