Breaking News:

Berita Belu Bersinar

Uskup Atambua, Dominikus Saku Tekankan Model Penanganan Stunting 

Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr mengkritisi pola penanganan stunting yang dilakukan pemerintah Kabupaten Belu selama ini. Pasalnya, pemerintah

POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
MUSRENBANG---Pemerintah Kabupaten Belu menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Recana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun anggaran 2022 di GOR L.A Bone, Selasa (20/4/2021). 

Uskup Atambua, Dominikus Saku Tekankan Model Penanganan Stunting 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas

POS KUPANG.COM| ATAMBUA----Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr mengkritisi pola penanganan stunting yang dilakukan pemerintah Kabupaten Belu selama ini. Pasalnya, pemerintah terlalu kosentrasi dengan pembangunan fisik namun lupa dengan program pemberdayaan masyarakat yang berdampak langsung pada ketahanan keluarga.

Uskup Domi mengatakan hal itu saat tampil sebagai pembicara dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Recana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Belu tahun anggaran 2022 di GOR L.A Bone, Selasa (20/4/2021).

Menurut Uskup, stunting muncul karena permasalahan ketahanan pangan keluarga belum bagus sehingga asupan gizi keluarga kurang diperhatikan. Dari kondisi itu, pemerintah masih kurang focus menggambil metode penanganannya sehingga masalah stunting terus meningkat.

Uskup mengemukakan, ketika ingin persoalan stunting berkurang maka pemerintah memperhatikan sektor rill masyarakat seperti, usaha peternakan, pertanian, perkebunan. 

"Kalau pemerintah siapkan 50 ekor sapi perah tahun ini, tahun depan stunting berhenti, kalau pemerintah serius urus pertanian seperti kelor, padi, jagung dan ubi, tahun depan stunting berhenti", kata Uskup Domi.

Lanjut Uskup Domi, memang selama ini pemerintah melaksanakan pembangunan untuk kemajuan Kabupaten Belu namun terkadang kurang memperhatikan sektor rill masyarakat yang bisa berdampak pada penurunan stunting.

Uskup mengharapkan kepada Pemerintah Kabupaten Belu dibawa kepemimpinan yang baru bisa memperhatikan sektor rill masyarakat sehingga masalah stunting bisa diselesaikan.

Menyambung pemikiran dari Uskup Atambua, Wabup Belu terpilih Aloysius Haleserens mengatakan, konsep pemberdayaan masyarakat sangat tepat untuk mengatasi masalah stunting. Ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat harus diperhatikan sehingga masyarakat tidak kelaparan.

Halaman
12
Penulis: Teni Jenahas
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved