Selasa, 21 April 2026

Warga Lewoleba Kabupaten Lembata Panik dan Lari ke Ketinggian, Begini Faktanya

ketinggian dan menjauh dari pesisir pantai. Mereka berlari ke arah Bukit Lusikawak, Waikomo dan Komak. 

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/RICARDUA WAWO
Warga Lewoleba, Kabupaten Lembata lari ke luar rumah menuju ke arah wilayah bukit Lusikawak, daerah ketinggian. Kepanikan terjadi setelah adanya getaran dirasakan warga sekitar pukul 23.00 Wita, Jumat 16 April 2021.  

Warga Lewoleba Kabupaten Lembata Panik dan Lari ke Ketinggian, Begini Faktanya

POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA--Warga Lewoleba, Kabupaten Lembata lari berhamburan ke luar rumah menuju ke arah wilayah bukit Lusikawak, daerah ketinggian. Kepanikan terjadi setelah adanya getaran dirasakan warga sekitar pukul 23.00 Wita, Jumat 16 April 2021 malam.

Beberapa menit kemudian, beredar informasi air laut di Teluk Lewoleba naik ke daratan.

Warga berbondong-bondong dengan motor, mobil dan berjalan kaki berlari ke ketinggian. Sejumlah warga yang terbangun dari tidur pulas pun bergegas menuju ke ketinggian dan menjauh dari pesisir pantai Mereka berlari ke arah Bukit Lusikawak, Waikomo dan Komak. 

Baca juga: Bahagia Buka Puasa di Posko Pengungsian Puskesmas Waipukang Lembata

Sebuah mobil patroli Polres Lembata berkeliling kota dan mengimbau supaya warga kembali ke rumah dan tidak panik dengan informasi yang beredar tersebut. 

Kapolres Lembata AKBP Yoce Marthen juga memastikan informasi yang menyebutkan air laut naik ke daratan itu tidak benar.

Baca juga: Selamat Dari Banjir Lembata, Bocah Asal Amakaka Kehilangan Kaki dan Kakak Kandungnya

"Iya, hasil pengecekan dan pengamatan air laut normal dari arah Bandara sampai (Pantai) Wulen Luo sudah kita cek semua normal," katanya kepada Pos Kupang melalui pesan What's App.

"Anggota sudah jalan semua dan himbau masyarakat untuk jangan panik dan bisa segera kembali ke rumah," pesannya. 

Sementara itu, Yohan, warga pesisir di wilayah Rayuan, Kelurahan Lewoleba Utara, berujar air laut dalam keadaan normal dan tidak naik ke daratan.

Dia berujar informasi tersebut tidak benar atau hoax. Warga yang tinggal di pesisir pun tidak berlari ke ketinggian.

Baca juga: 22 Korban Hilang di Lembata Belum Ditemukan, Kemungkinan Pencarian Diakhiri

"Kalau air laut naik, maka seharusnya kami yang tinggal di bawah pantai ini yang lari duluan, kan. Ini kan tidak," ujarnya. 

Gunung Ile Lewotolok Erupsi

Sebelum beredar informasi hoax tentang air laut naik, warga Kota Lewoleba memang sempat dikejutkan dengan bunyi dentuman yang cukup kuat sekitar pukul 23.00 Wita. 

"Bunyi dentuman sangat kuat, atap rumah sampai getar, kami semua kaget sekali," kata Roy Kabelen, warga Lewoleba.

Sementara itu, Petugas Pos Pemantau Gunung Api (PPGA) Ile Lewotolok, Stanislaus Ara Kian, melaporkan telah terjadi erupsi strombolian Gunung Ile Lewotolok sekitar pukul 23.00 Wita.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved