Ramadan 2021
Bahagia Buka Puasa di Posko Pengungsian Puskesmas Waipukang Lembata
Bahagia buka puasa di posko pengungsian Puskesmas Waipukang Kabupaten Lembata
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
Bahagia buka puasa di posko pengungsian Puskesmas Waipukang Kabupaten Lembata
POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA-Pelbagai keterbatasan dan kesederhanaan di tempat pengungsian tak jadi halangan bagi para pengungsi yang beragama islam untuk berbuka puasa bersama.
Setidaknya ini nampak jelas dari wajah sejumlah pengungsi asal desa Tanjung Batu dan desa Waowala, Kecamatan Ile Ape yang sedang menjalankan ibadah puasa.
Para korban bencana banjir dan longsor yang terjadi dua pekan lalu itu tetap bahagia berbuka puasa di Posko Pengungsian Puskesmas Waipukang, Kecamatan Ile Ape, Kamis (15/4/2021) petang.
Baca juga: Pantas Saja Ayu Ting Ting Masih Menjanda,Sang Ibu Syaratkan Berat Ini untuk Calon Suami Sang Biduan
Baca juga: Pasar Wolowona Tanpa Tempat Sampah
Menjelang suara adzan tiba, mereka sudah menyiapkan diri, duduk melantai bersama keluarga dan memanjatkan doa sebelum berbuka.
Fajar Eka Kusumawardhana, Staf Respon Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tanggap Bencana (BTP), menerangkan pihaknya turut menyiapkan takjil untuk berbuka puasa bersama pengungsi.
Mereka ingin menyajikan hidangan berbuka di tengah masyarakat walau ada di posko pengungsian.
"Ini pengalaman pertama saya buka puasa di NTT. Tapi pada intinya, kami ingin umat Islam bisa merasakan buka bersama kerabat, kami ingin hadir berikan yang terbaik untuk pengungsi. Kita semaksimal mungkin bersama mereka," ungkap Fajar yang berasal dari Bandung.
Baca juga: Live Streaming MotoGP & Latihan GP Portimao Jumat 16 April 2021, Cek Hasil FP1 & FP2 GP Algarve
Baca juga: Trauma Healing untuk Korban Bencana
Baznas Tanggap Bencana sudah ada di Lembata sejak tanggal 6 April 2021. Selain membantu proses evakuasi korban, mereka juga membuka layanan dapur umum, dapur air dan mendirikan MCK di lokasi pengungsian mandiri Parekwalang.
Di posko pengungsian Puskesmas Waipukang, mereka juga menyiapkan ruang ramah anak dibantu sejumlah relawan pendukung. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)