Berita Timor Leste

Tak Banyak yang Tahu Sosok Perawat Ini Punya Jasa Besar di Timor Leste Saat Invasi Indonesia, Siapa?

Tak Banyak yang Tahu Sosok Perawat Ini Punya Jasa Besar di Timor Leste Saat Invasi Indonesia, Siapa?

Editor: maria anitoda
istimewa
Tak Banyak yang Tahu Sosok Perawat Ini Punya Jasa Besar di Timor Leste Saat Invasi Indonesia, Siapa? 

POS-KUPANG.COM - Tak Banyak yang Tahu Sosok Perawat Ini Punya Jasa Besar di Timor Leste Saat Invasi Indonesia, Siapa?

Dalam sejarah Timor Leste, nama-nama pahlawan kemerdekaan pria seperti Nicolau Lobato, Xanana Gusmao, hingga Jose Ramos Horta, banyak dikenal.

Tokoh-tokoh tersebut dikenal dengan perjuangannya melawan pasukan Indonesia demi merebut kemerdekaan Timor Leste.

Baca juga: Nasib Biarawati Suster Lucy Agnes, Anak Orang Kaya, Cabut Belatung dari Luka Kini di Timor Leste

Baca juga: Berjuang Mati-matian untuk Kemerdekaan Timor Leste, Xanana Gusmao Hampir Lolos Saat Ditangkap TNI

Baca juga: Ingat Suster Lucy Agnes?Putri Orang Terkaya Tinggalkan Kemewahan Jadi Biarawati,Kini di Timor Leste

Namun, tidak demikian dengan para pejuang wanita yang jarang dibahas, padahal perjuangan kemerdekaan Timor Leste tak lepas dari peran mereka.

Ternyata, ada peran besar wanita Timor Leste dalam sejarah mereka merebut kemerdekaan dari Indonesia.

Melansir The Diplomat dalam artikel berjudul 'Timor-Leste’s Forgotten Female Rebels' oleh Edward Cavanough (16/5/2018), dalam perlawanan Timor Leste selama berada di bawah pemerintahan Indonesia, kadang-kadang wanita bertarung bersama pria di garis depan tetapi lebih sering mereka secara aktif terlibat dalam klandestino.

Klandestino merupakan jaringan canggih informan yang menyamar yang bertanggung jawab menyelundupkan persediaan, obat-obatan, persenjataan, dan informasi ke garis depan. Enam puluh persen dari klandestino adalah perempuan.

Simona Tilman, seorang perawat yang pekerjaan rahasianya selama perang adalah menggambarkan mosaik peran yang dimainkan perempuan, yang jarang diakui oleh negara, berbicara kepada The Diplomat.

Baca juga: Promo Hypermart Besok Minggu 18 April 2021, Gula Pasir Ro 12.390/kg, 2 Pcs Filma Rp 7.800

Sosok perawat itu membongkar bagaimana peran perempuan Timor Leste dalam perlawanan kepada pemerintah Indonesia, yang saat itu diperintah Presiden Soeharto.

Katanya, dari kantornya di Palang Merah Internasional di Dili, Tilman akan berkoordinasi dengan sesama klandestino untuk mendistribusikan obat-obatan kepada mereka yang bertempur di pegunungan.

“Kami akan kirim obat ke depan… ke Xanana [Gusmao],” katanya.

“Kami akan mencuri persediaan [dari kantor Palang Merah] dan mendistribusikannya kepada mereka yang bertempur di garis depan," ungkapnya.

Bukan hanya Simona, tapi ada ribuan orang lainnya yang secara aktif terlibat dalam operasi rahasia dan ilegal yang serupa, seringkali tepat di depan hidung pihak berwenang Indonesia di Dili.

Itu adalah pekerjaan yang berbahaya dan penting, tetapi juga merupakan pekerjaan tanpa gelar. Kontribusi itulah yang gagal diakui oleh pemerintah Timor-Leste.

Dr. Lia Kent dari Australian National University telah menghabiskan sebagian besar karirnya mengeksplorasi peran wanita dalam masyarakat Timor pasca perang.

Halaman
12
Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved