Breaking News:

Anak Muda Indonesia Mudah Terpapar Terorisme, Kak Seto: Terorisme Diajarkan Lewat Media Daring

Kak Seto mengatakan dewasa kini terorisme terkadang bukan diajarkan lewat guru secara langsung, namun juga lewat media daring.

Editor: John Taena
TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Kak Seto di Balai Rehabilitasi Sosial Anak Handayani, Cipayung, Jakarta Timur, Minggu 17 Mei 2020. 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi mengatakan banyak faktor pendukung yang menyebabkan anak mudah terpapar terorisme.

Selain anak merupakan pembelajar dan peniru yang baik, gadget juga menjadi satu di antara faktornya.

"Terkadang kita lupa bahwa ada digital netizen atau warga asli net. Jika tidak ada dialog dalam keluarga anak akan lari ke gadget," kata Kak Seto di webinar terkait perlindungan anak korban jaringan terorisme, Jumat 16 April 2021.

Baca juga: Terduga Teroris Saiful Basri Mengaku Rakit Bom Untuk Ledakan Pipa Gas di Jalan Raya Bogor

Kak Seto menjelaskan penggunaan gadget pada anak harus diawasi dengan baik oleh para orang tua ataupun wali.

Apalagi saat ini hampir semua pembelajaran dilakukan secara daring.

Namun jika pembelajaran daring tersebut tidak ramah anak, karena banyaknya tugas, maka anak akan mencari informasi lainnya lewat gadget.

Tanpa sengaja anak menemukan konten-konten negatif mulai dari pornografi, kekerasan hingga pengajaran agama yang dianggap keliru.

"Bisa seperti pornografi, narkoba, bisa juga lewat bibit terorisme yang berlalu lalang di dunia daring. Kadang kita mengira jika anak sudah duduk manis seolah-olah sudah aman. Tapi tanpa sadar ada pembelajaran mandiri dari anak tentang kekerasan, ajaran agama yang keliru, mungkin ada juga cara merakit bom dan sebagainya," katanya.

Baca juga: Teroris Ini Ditembak Mati Saat Ditangkap di Makassar, Densus 88 Anti-Teror Ungkap Fakta Mengejutkan

Kak Seto mengatakan dewasa kini terorisme terkadang bukan diajarkan lewat guru secara langsung, namun juga lewat media daring.

Hal ini yang kadang terlewat dari pengawasan dan perlu diwaspadai orang tua atau wali.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved